Main Menu

KKP Lepas Puluhan Ribu Spat Kerang Mutiara di Perairan Lombok

Arif Prasetyo
23-07-2017 20:30

Ilustrasi (GATRAnews/AK9)

Lombok, GATRAnews – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) unit Balai Perikanan Budidaya Laut (BPBL) Lombok melepas sebanyak 15 ribu ekor spat kerang mutiara ke perairan sekitar Gili Kondo, Desa Padak Guar, Sambalia, Lombok Timur.


Ribuan kerang mutiara jenis Pinctada maxima ini merupakan tanggung jawab dua Unit Pelaksana Teknis (UPT) untuk pemuliaan induk dan pengembangan kerang mutiara di Indonesia. Kedua unit itu BPBL Lombok dan Balai Pemuliaan Induk Udang dan Kekerangan (BPIUK) Karangasem Bali.

Kegiatan pelepasan puluhan ribu ekor spat kerang mutiara melibatkan kelompok masyarakat lokal yang tergabung dalam Komite Pengelolaan Perikanan Laut (KPPL) kawasan Sambelia. Mereka terdiri dari tokoh agama, adat, nelayan, pembudidaya ikan dan pihak terkait lainnya.

Peran serta masyarakat lokal menjadi penting dalam memberikan edukasi bagi upaya pengawasan kelestarian sumberdaya kerang mutiara.

Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Slamet Soebjakto mengatakan, restocking merupakan upaya yang sangat krusial dan mendesak dilakukan saat ini untuk menjaga keseimbangan stock kerang mutiara di alam.

“Saat ini mulai terjadi penurunan ketersediaan induk kerang mutiara di alam akibat penangkapan yang over eksploitatif,” ujar Slamet dalam pesan tertulis, Ahad (23/7).

Menurutnya, banyak perusahaan pembenih mutiara yang mulai kesulitan mendapatkan sumber induk di alam, dan tentunya ini sangat mengkhawatirkan bagi keberlanjutan bisnis mutiara di Indonesia. 

Padahal Perairan Indonesia, khususnya Pulau Lombok dikenal dunia sebagai habitat asli kerang mutiara jenis Pinctada maxima yang terkenal di mancanegara dengan sebutan "The Queen Of Pearl" = Ratunya Mutiara.

Oleh karenanya, pihaknya mendorong UPT untuk melakukan pembenihan kerang mutiara, di mana peruntukannya lebih besar untuk kepentingan restocking.

Ditambahkan Slamet, KKP juga akan mendorong unit-unit pembenihan kerang mutiara milik swasta untuk melakukan hal serupa di seluruh Perairan potensial di Indonesia. Hal ini sebagai bentuk tanggunjawab kompensasi jasa lingkungan yang harus dipenuhi.

Sementara, Kepala BBPBL Lombok, Mulyanto mengatakan, kegiatan restocking akan menjadi agenda rutin BBPBL Lombok. Sebagai UPT yang memiliki keunggulan dalam bidang perekayasaan komoditas kekerangan.

“Kami akan terus bertanggunjawab dalam menjamin kelestarian stok kerang mutiara di alam. BBPBL Lombok juga mampu mengembangkan kerang abalone,” kata Mulyanto.


Editor: Arief Prasetyo

Arif Prasetyo
23-07-2017 20:30