Main Menu

OJK : Penyaluran Kredit Perbankan Juli Tumbuh 8%

Dara Purnama
09-09-2017 20:00

Otoritas Jasa Keuangan (ANTARA/Puspa Perwitasari/HR02)

Jakarta, GATRAnews - Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso meyakini pemangkasan suku bunga acuan atau BI 7-day Reserve Repo Rate (RRR) sebesar 25 basis poin ke level 4,5% akan mempengaruhi penurunan bunga deposito.

 

"Kami lihat interbank call money sudah merespons, sedangkan untuk suku bunga deposito diubah setelah jatuh tempo. Kalau suku bunga deposito belum diubah, kreditnya belum bisa diubah, lack-nya 6 bulan untuk ditransmisikan dalam suku bunga kredit," kata Wimboh, di Jakarta Pusat, Jumat, (8/9).


Wimboh mengatakan secara umum, penyaluran kredit perbankan mulai tumbuh pada kisaran 8% year on year pada Juli 2017. Pertumbuhan ini terjadi di semua jenis kredit yakni modal kerja, investasi dan konsumsi. Walaupun belum optimal, OJK kata Wimboh belum akan membuat kebijakan untuk mendorong penyaluran kredit ini.


"Kami belum perlu melakukan kebijakan untuk mendorong kredit ini.  Di samping itu, ternyata pembiayaan melalui pasar modal cukup tinggi. Yang akan kita dorong adalah penurunan suku bunga. Yang kita lakukan dengan cara melihat transmisinya," kata mantan Komisaris Utama Bank Mandiri ini.


OJK, lanjut Wimboh, akan meningkatkan monitor suku bunga dasar kredit (SDBK). Dalam hal ini bank-bank akan diminta secara transparan menyampaikan struktur komponen suku bunga kredit dan depositonya seperti premi resiko, overhead cost dan margin laba.

 

Pada akhir tahun nanti, OJK optimis pertumbuhan kredit bisa menyentuh angka 11%. Di mana target tersebut turun dari target awal tahun yakni 13 %.


"Revisi ini karena enggak kecapai di 2017, banyak kredit yang dihapus sehingga petumbuhan kredit  turun. Walau dihapus, menurut hemat kami, 11 % masih bisa dicapai pada  akhir tahun," tuturnya.


Reporter: DPU

editor: Dani Hamdani

Dara Purnama
09-09-2017 20:00