Main Menu

Sri Mulyani: Jaga Stabilitas Ekonomi, Indonesia Harus Waspada Ekonomi Regional dan Global.

Nur Hidayat
27-09-2017 22:41

Kunjungan kerja Sri Mulyani ke Belanda (GATRAnews/Yuke Mayaratih/AK9)

Den Haag, GATRAnews -  Menteri keuangan Sri Mulyani menjelaskan, kondisi ekonomi di tahun 2017 yang merupakan tahun untuk membangun momentum kembali optimisme dalam pengelolaan ekonomi maupun kinerja ekonomi nasional. Penurunan atau jatuhnya harga komoditas dan melemahnya ekonomi dunia dalam bentuk kegiatan impor terhadap barang-barang yang diproduksi di Indonesia sat ini mengalami turn on atau area kembali ke arah yang positif sejak kwartal keempat, 2016.

Tahun 2017 pemerintah berharap agar mesin pertumbuhan ekonomi bisa merata. Baik itu yang berasal dari consumption house hold atau konsumsi masyarakat maupun investasi. Baik yang berasal dari swasta, BUMN, pemerintah maupun luar negeri dan segala kegiatan yang sifatnya pembentukan modal. Sebagai mesin pertumbuhan ekonomi kedua, kegiatan investasi itu tergantung dari optimisme terhadap kondisi ekonomi.

Hal ini ditegaskan Sri Mulyani pada acara bertemu muka dengan masyarakat Indonesia yang tinggal di Belanda. Sebagian besar adalah pelajar yang menerima beasiswa dari LPDP. Acara yang berlangsung selama 1,5 jam ini selesai pukul 8 malam waktu setempat ditutup dengan santap malam bersama.

“Tidak ada orang yang mau invest kalau dia nggak percaya dan punya confidence bahwa ekonomi akan baik. Karena kalau dia invest berarti dia membutuhkan pasar untuk menciptakan return atau tingkat pengembalian yang baik untuk investasinya. Sehingga kondisi ekonominya yang positif sangat menentukan konteks apakah adanya confidence untuk munculnya investasi “ jelas Sri Mulyani, Selasa waktu setempat (28/9).

Indonesia sebagai negara yang menganut sistem ekonomi terbuka harus mewaspadai kondisi regional maupun global. “Karena itu kita harus melihat apa yang saat ini terjadi di kawasan Asia. Karena Asia selama ini dianggap kawasan yang relatif damai dibandingkan dengan kawasan lain di Dunia. Karena itu Asia sebagai tempat yang aman harus dijaga. Karena negara ini merupakan engines of growth dari perekonomian dunia," kata Sri.

Ia melanjutkan, yang perlu diwaspadai adalah suhu politik sekarang seperti di Korea utara, hubungan antara Korea utara dengan jepang, Korea selatan China dan bahkan amerika serikat. "Kita melihat juga resiko yang berasal dari kebijakan ekonomi dari negara-negara maju , kebijakan fiskal ( fiscal policy) atau kebijakan keuangan (monetery policy), apa yang dilakukan bank central amerika dan bank central eropa. Karena ini mempengaruhi seluruh dunia. Karena source ekonomi mereka besar," katanya lagi. 

Laporan : Yuke Mayaratih 

Nur Hidayat
27-09-2017 22:41