Main Menu

Soprema: Jadi Berkah Bonus Demografi, Pemuda Harus Kembangkan Wirausaha Sosial

Nur Hidayat
09-10-2017 12:02

Jumpa pers acara Soprema 2017 di UGM Yogyakarta (Gatrafoto/Arif Koes Hernawan)

Yogyakarta, Gatra.com -  Aktivitas wirausaha sosial di kalangan pemuda mampu menjadi solusi atas bonus demografi di Indonesia yang berpuncak pada tahun 2030-2035. Untuk itu, ajang wirausaha sosial untuk anak muda harus menjadi gerakan yang terus berlanjut. Hal itu disampaikan Wakil Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Gadjah Mada (Fisipol UGM) Wawan Mas'udi dalam jumpa pers kompetisi wirausaha sosial untuk pemuda Sociopreneur Muda Indonesia (Soprema) di kampus Fisipol UGM, Senin (9/10).

Menurut Wawan, saat puncak bonus demografi terjadi komposisi penduduk usia produktif jauh lebih besar daripada usia nonproduktif dan sebagian besar mereka adalah anak muda. "Kondisi ini jangan sampai jadi bencana tapi berkah di masa depan. Kita harus bisa seperti Korea Selatan dan Taiwan yang bisa memanfaatkan bonus demografi dan tidak menjadi beban pembangunan dengan cara mendorong jiwa-jiwa wirausaha," tutur dosen ilmu politik tersebut.

Untuk itu, gerakan wirausaha sosial bagi pemuda mesti terus digalakkan. Di tingkat internasional, sejak tahun lalu UGM menggelar Asean Young Sociopreneur Program untuk mendorong wirausaha muda dari negara-negara Asia Tenggara. Adapun di tingkat nasional sejak 2016 UGM menghelat Soprema yang tahun ini digelar pada 10-12 Oktober 2017 dengan tema " Express Your Creative Passions". "Soprema ini satu-satunya kompetisi wirausaha sosial muda yang dikelola universitas," kata Wawan.

Soprema 2017 terbagi dua kategori yakni startup untuk rintisan usaha usia 1-3 tahun dan kick off untuk pemula dengan usia usaha di bawah satu tahun. Setiap kategori tersebut memiliki dua tema, yaitu industri kreatif dan ketahanan pangan. Di ajang ini, sebanyak 90 tim dari 29 provinsi akan berlomba menciptakan usaha yang diharap mampu menjadi solusi atas masalah sosial ekonomi masyarakat.

Direktur Pelaksana Soprema Hempri Suyatna mengatakan jumlah peserta Soprema 2017 menunjukkan  tingginya antusiasme pemuda atas kegiatan ini. Jika gelaran perdana tahun lalu ada 500-an proposal yang masuk ke panitia, tahun ini jumlahnya melonjak 1132 pendaftar. Dari jumlah itu, setelah hasil seleksi awal, 90 peserta akan dinilai dari sisi kelayakan bisnis, gagasan, dampak wirausaha sosial, dan keberlanjutan potensi bisnis sosial.

Proposal 20 peserta yang lolos akan menggelar presentasi final di depan juri dari para praktisi dan akademisi. Hasilnya akan terpilih lima pemenang kategori kickoff,  empat juara start up dan satu penampil terbaik. "Program wirausaha muda harus terus didorong dan digelorakan mengingat pengangguran terbuka kita masih tinggi, ada 15% dari kalangan sarjana," kata Hempri.

Adapun Asisten Deputi Kewirausahaan Kementerian Pemuda dan Olahraga Ponijan mengatakan kegiatan ini sangat diperlukan masyarakat sehingga Kemenpora amat mendukung Soprema 2017. "Dengan ajang ini, harapannya pemuda punya kepekaan di mana ia berada sehingga mereka bisa menyelesaikan masalah di sekitarnya," ujar Ponijan.

Selain kompetisi, Soprema 2017 juga menggelar pameran yang menampilkan 122 gerai wirausaha dari peserta Soprema dan sejumlah wirausaha binaan sejumlah instansi.⁠⁠⁠⁠


Reporter: Arif Koes Hernawan
Editor: Nur Hidayat

Nur Hidayat
09-10-2017 12:02