Main Menu

Hasil Riset: Ekonomi Indonesia 2018 adalah E-Leisure Economy

Aulia Putri Pandamsari
27-12-2017 12:33

Ilustrasi. (Shutterstock/AK9)

Jakarta, Gatra.com - Alvara Research Center mengeluarkan rilis mengenai Outlook Indonesia 2018 dalam Perspektif Marketing dan Politik. Dalam rilis tersebut menunjukkan ekonomi Indonesia 2018 akan membentuk suatu ekosistem ekonomi baru, yaitu e-leisure economy.

E-leisure economy merupakan ekonomi berbasis kreativitas, entertainment, dan penciptaan pengalaman atau experience dengan platform utama berbasis digital. “Hal ini sejalan dengan tumbuhnya konsumen baru, yaitu urban middle-class millennial sebagai konsumen yang lebih mementingkan pengalaman dan interaksi ketika menggunakan atau mengkonsumsi suatu produk/brand.” ujar Founder dan CEO Alvara, Hasanuddin Ali dalam rilisnya, Rabu (27/12).

Tingginya penetrasi smartphone dan penggunaan internet di Indonesia berdampak pada banyaknya konsumen yang terhubung dengan informasi melalui sosial media, dan mereka ke depannya tentu akan  menghendaki proses yang lebih instan. 

Alvara Research Center juga mencatat tiga sektor industri yang mengalami perkembangan pesat  dari tumbuhnya urban middle-class milenial. Yang pertama adalah industri selular. Rata-rata generasi milenial mengalokasikan 10% dari pendapatannya untuk komunikasi dan internet. “Operator selular di Indonesia juga mengalami pertumbuhan ekonomi sebesar 9 hingga 10%. Pertumbuhan ini ditopang oleh pertumbuhan layanan data yang cukup signifikan.” jelas Hasanuddin.

Selain industri seluler, industri pariwisata juga mengalami perkembangan pesat. Jalan-jalan seperti menjadi kebutuhan baru bagi generasi millenial. Hal ini berdampak pada pertumbuhan bisnis restoran dan hotel di tahun 2017. Badan Pusat Statistik(BPS) mencatat adanya konsumsi pertumbuhan restoran dan hotel sebesar 5,87%. Lebih tinggi dari pertumbuhan konsumsi rumah tangga yang berada di angka 4,93%.

Bisnis tiket online juga kebagian kue dari masyarakat urban milenial ini. Alvara memprediksi bisnis tiket online akan terus berkembang di tahun 2018. Contohnya saja, Traveloka hingga pertengahan tahun 2017, aplikasi tersebut sudah didownload lebih dari 15 juta pengguna. Traveloka juga mendapat suntikan dana sebesar US 500 juta dollar dari Expedia, JD.com, East Ventures, Hillhouse Capital Group dan Sequoia Capital.


Reporter: APP
Editor: Nur HIdayat

Aulia Putri Pandamsari
27-12-2017 12:33