Main Menu

Eks Penangkap Benih Lobster di Lombok Panen Rumput Laut

Arif Prasetyo
02-01-2018 14:29

Ilustrasi. (Shutterstock/AK9)

Lombok, Gatracom – Nelayan eks penangkap benih lobster di Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, melakukan panen rumput laut. Kegiatan ini menandai dimulainya panen rumput laut yang dilakukan secara bertahap dan akan mencapai puncaknya atau panen raya pada Januari tahun 2018.


Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Slamet Soebjakto mengatakan, panen ini merupakan bukti keberhasilan program alih profesi bagi eks penangkap benih lobster. Rumput laut saat ini menjadi program unggulan KKP sekaligus sebagai upaya mendorong peningkatan produksi rumput laut nasional.

Kebehasilan ini menambah optimisme bahwa usaha budidaya ini memang menjadi salah satu solusi paling efektif bagi peningkatan ekonomi dan menjadi mata pencaharian yang menguntungkan, ramah lingkungan dan berkelanjutan bagi masyarakat eks penangkap benih lobster.

“Pembangunan perikanan termasuk perikanan budidaya, haruslah dapat memenuhi pilar kedaulatan, keberlanjutan, dan kesejahteraan. Ketiganya harus berjalan seiring dan bersama-sama. Tidak boleh demi kesejahteraan maka mengabaikan keberlanjutan usaha, akibat over eksploitasi dalam memanfaatkan sumber daya, pun sebaliknya,” ujar Slamet, dalam pesan tertulis, Selasa (2/1/2018).

Panen difokuskan di Desa Seriweh dan Ekas Kecamatan Jerowaru Kabupaten Lombok Timur dan berhasil memanen rumput laut sebanyak 150 ton atau sekitar 25-30% dari perkiraan panen total.

Panen rumput laut akan dilakukan secara bertahap dan pada saat puncak nanti setidaknya akan dipanen sebanyak 600 ton rumput laut. Saat ini pembudidaya menjual rumput laut kering hasil penen mereka dengan harga Rp 16.000-17.000 per kg sehingga mereka mampu meraup pendapatan Rp 10-15 juta per orang. Waktu pemeliharaannya pun sangat singkat, hanya 40 hari sehingga dalam 1 tahun bisa dilakukan 5-6 kali panen.

Diketahui, usaha budidaya rumput laut merupakan bagian dari program alih profesi bagi masyarakat eks penangkap benih lobster yang dilakukan oleh KKP. Keseluruhan ada sebanyak 2.246 paket berbagai jenis usaha budidaya disalurkan kepada 2.246 rumah tangga perikanan (RTP).

Untuk budidaya rumput laut sebanyak 728 paket, lainnya untuk budidaya ikan bawal bintang 655 paket, budidaya ikan kerapu 580 paket, budidaya bandeng 40 paket, budidaya udang vaname 20paket, budidaya lele 209 paket, budidaya nila sebanyak 14 paket, serta perahu untuk sarana angkut rumput laut sebanyak 71 unit.

Selain di Kabupaten Lombok Timur juga tersebar di Kabupaten Lombok Tengah dan Lombok Barat. Hingga akhir Desember 2017 ini, di Kabupaten Lombok Timur telah berhasil dipanen rumput laut sebanyak 600 ton, di Kabupaten Lombok Tengah sebanyak 100 ton dan di Kabupaten Lombok Barat sebanyak 100 ton.

Dari keseluruhan 728 paket dukungan usaha budidaya rumput laut diharapkan akan diperoleh produksi sebanyak 9.100 ton rumput laut basah atau 910 ton rumput laut kering senilai Rp 15,5 milyar setiap kali musim panen.


Editor: Arief Prasetyo

Arif Prasetyo
02-01-2018 14:29