Main Menu

Kelola Blok Mahakam, Pertamina Diminta Jangan Naikkan Harga BBM

Ervan
02-01-2018 20:20

Pertamina resmi mengambil alih pengelolaan Blok Mahakam dari Total E&P Indonesie mulai 1 Januari 2018. (ANTARA/Akbar Nugroho Gumay/FT02)

Jakarta, Gatra.com - Aset Pertamina akan bertambah berkat pengelolaan penuh Blok Mahakam per 1 Januari ini. Aset Pertamina bertambah dari sebelumnya pada tahun 2016 sebesar US$ 45,52 miliar menjadi US$ 54,95 miliar atau bertambah US$ 9,43 miliar (Rp 122 triliun). 

Efek penambahan aset itu, menurut aktivis Rumah Gerakan 98 Sulaiman Haikal seharusnya membuat BUMN minyak dan gas ini mampu menjamin harga BBM tidak naik hingga akhir tahun 2018.

“Jika sebelumnya Pertamina mengumumkan tidak menaikkan harga BBM hingga April 2018, justru rakyat meminta harga tidak naik hingga akhir 2018. Ini penting untuk menjamin peningkatan daya beli masyarakat yang tengah diupayakan pemerintah,”ujarnya, Selasa (2/1).

Pengelolaan penuh Blok Mahakam oleh Pertamina, lanjutnya, merupakan kompensasi dari pemerintah atas biaya BBM satu harga. Ia menambahkan, tugas dari pemerintah terkait BBM satu harga di seluruh Indonesia harus tetap berlanjut  karena tantangan buat Pertamina tidak hanya faktor eksternal tapi juga internal.

"Apakah tata kelola sudah rapi, kontribusi efisiensi terhadap keuntungan balancingnya bagaimana. Karena di era dirut sebelumnya, berhasil genjot efisiensi,” jelas aktivis Rumah Gerakan 98 ini.

Selain blok Mahakam, Pertamina juga mendapatkan aset dari enam blok migas yang kontraknya habis tahun ini. Blok migas yang akan dikelola Pertamina tahun 2018 adalah blok Sanga-Sanga yang dioperatori Virginia Indonesia Co LLC, blok South East Sumatera yang dioperatori CNOOC SES Ltd, blok Tengah oleh Total E&P Indonesie, blok East Kalimantan yang dioperatori Chevron Indonesia Company, dan blok Attaka yang sebelumnya dioperatori Inpex Corporation.

Sementara itu, tiga blok lain yang terdiri dari blok North Sumatera Offshore (NSO) dan dua blok berbentuk Joint Operating Body (JOB) Tuban dan Ogan Komering sebelumnya sudah dikerjakan Pertamina.

“Yang didapat netto oleh Pertamina di tahun 2018 dari pengelolaan Mahakam sekitar 317 juta USD atau sekitar Rp. 4 Triliun. Ini merupakan tambahan pendapatan bersih setelah dipotong cost recovery. Jadi sudah selayaknya Pertamina memberi jaminan kepada rakyat bahwa harga BBM tidak akan naik di tahun 2018 ini,” tutup Haikal.


Reporter: Ervan Bayu

Editor : Sandika Prihatnala

 

 

Ervan
02-01-2018 20:20