Main Menu

Menkeu: Secara Umum, Ekonomi 2017 Tumbuh dengan Baik

didi
03-01-2018 11:37

Menteri Keuangan Sri Mulyani (Dok. kemenkeu/FT02)

Jakarta, Gatra.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyebut secara umum perekonomian Indonesia sepanjang 2017 tumbuh dengan baik. Pertumbuhan ini menurut dia, didorong capaian pertumbuhan ekonomi, inflasi rendah, serta nilai tukar Rupiah yang stabil.

 

Ia menuturkan pertumbuhan ekonomi mencapai 5,05%, inflasi terkendali pada level rendah 3% dan nilai tukar rupiah relatif stabil pada kisaran Rp13.384 per dolar AS. “Pertumbuhan ekonomi terutama disumbangkan oleh pertumbuhan konsumsi, investasi, dan ekspor," ujar Sri Mulyani dalam keterangan tertulisnya, Rabu (3/1).

 

Selain itu, menurutnya Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) juga menunjukkan kinerja dan realisasi yang sangat positif dan menggembirakan. Hal ini terlihat dari Defisit APBN 2017 sebesar 2,57%, ini di bawah APBN-P yang tercantum 2,92%.

 

"Dengan demikian APBN kita masih memiliki daya dorong namun kesehatan dan kesimambungannya tetap terjaga dengan baik. Ratio utang kita tetap terkendali di bawah 30%," tuturnya.

 

Selain itu, mantan direktur bank dunia ini menyebutkan realisasi penerimaan perpajakan tahun 2017 mencapai 91% dari APBN-P 2017 atau sebesar Rp 1.339,8 trilyun.

 

"Peningkatan ekspor, dampak positif program penertiban importir berisiko tinggi serta makin baiknya kinerja cukai telah meningkatkan penerimaan kepabeanan dan cukai yang mencapai 101,7% atau senilai Rp192,3 trilyun," jelas dia.

 

Sedangkan untuk penerimaan negara bukan pajak (PNBP) didorong dengan adanya peningkatan permintaan serta harga komoditas, perbaikan laba BUMN dan juga perbaikan layanan PNBP di Kementerian dan Lembaga. Di mana PNBP mendongkrak capaian hingga 118,5% dari APBN-P 2017 atau Rp308,4 trilyun.

 

Selain itu, dia menyebutkan realisasi belanja mencapai Rp2.001,6 trilyun ini adalah 93,8% dari total belanja di APBNP tahun 2017. Yang positif dari belanja ini adalah belanja modal yang mencapai 92% dibanding 2016 yang hanya bisa terealisir 82%.

 

“Jadi tahun ini penyerapan dan eksekusi belanja jauh lebih baik," ujar Sri Mulyani.


 

Reporter: Didi Kurniawan

Editor: Rosyid

didi
03-01-2018 11:37