Main Menu

Realisasi Anggaran Kemenhub di 2017 Sebesar 86,39%

didi
04-01-2018 14:06

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi. (Antara/Rosa Panggabean/AK9)

Jakarta, Gatra.com - Kementerian Perhubungan mencatat realisasi anggaran sebesar 86,39% di sepanjang tahun 2017. Capaian tersebut meningkat dibandingkan realisasi tahun sebelumnya.

 

“Realisasi anggaran tahun 2016 hanya sebesar 73,63%,” kata Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dalam keterangan resmi Kemenhub, Kamis (4/1/2018).

 

Budi Karya menjelaskan, Kementerian Perhubungan memperoleh alokasi anggaran sebesar Rp47,94 trilyun pada 2017, lebih tinggi Rp4,79 trilyun dibandingkan dengan tahun 2016 yang sebesar Rp43,15 trilyun.

 

Anggaran tersebut dialokasikan untuk masing-masing Eselon I yaitu sebagai berikut: Sekretariat Jenderal sebesar Rp536,07 milyar dan pada 2016 Rp804,76 milyar; Inspektorat Jenderal sebesar Rp90,31 milyar dan pada 2016 sebesar Rp100,16 milyar; Ditjen Perhubungan Darat sebesar Rp3,92 trilyun dan pada 2016 sebesar Rp3,52 trilyun; Ditjen Perhubungan Laut sebesar Rp11,24 trilyun dan pada 2016 sebesar Rp12,91 trilyun.

 

Selanjutnya, Ditjen Perhubungan Udara sebesar Rp8,82 trilyun dan pada 2016 Rp9,56 trilyun; Ditjen Perkeretaapian sebesar Rp18,85 trilyun dan pada 2016 sebesar Rp10,41 trilyun; Badan Litbang sebesar Rp116,19 milyar dan pada 2016 Rp206,26 milyar; Badan Pengembangan SDM Perhubungan sebesar Rp4,24 trilyun dan pada 2016 Rp5,65 trilyun; dan terakhir yaitu Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek sebesar Rp120,44 milyar.

 

Ia menjelaskan, peningkatan alokasi anggaran dicapai masing-masing unit kerja eselon satu dimana peningkatan realiasi tertinggi dicapai oleh Ditjen Perkerataapian yaitu dari 55,77% di 2016 menjadi 82,34% di sepanjangn tahun lalu.

 

Kegiatan pemantauan pengelolaan anggaran dan proyek pembangunan sarana dan prasarana transportasi Kementerian Perhubungan dilakukan secara langsung dan real time menggunakan Aplikasi Monitoring Strategis. Ini merupakan media monitoring perkembangan kegiatan strategis Kementerian Perhubungan berbasis web.

 

Ia juga berharap capaian realisasi anggaran Kementerian Perhubungan tahun 2018 dapat lebih baik lagi dimana kegiatan penganggaran berfilosofi Money Follow Program. Kementerian Perhubungan berpandangan lebih baik memiliki 50 program yang efektif, daripada punya 1.000 program tetapi tidak efektif.

 

"Dengan filosofi tersebut, kami hanya menganggarkan program-program yang benar-benar strategis sehingga dapat segera diselesaikan dalam waktu yang tidak lama. Jika ini dijalankan, daya serap Kementerian Perhubungan tentunya akan menjadi lebih baik,” jelas Budi Karya.


 

Reporter: Didi Kurniawan

Editor: Rosyid

didi
04-01-2018 14:06