Main Menu

Sri Mulyani Bantah Anggapan Pilkada Akan Ganggu Ekonomi

didi
10-01-2018 14:56

Menteri Keuangan Sri Mulyani. (GATRA/Didi Kurniawan/FT02)

Jakarta, Gatra.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyangkal pernyataan lembaga pemeringkat Moody's Investors Service yang menilai pelaksanaan pemilihan umum dan pemilihan Kepala daerah (Pilkada) 2018 di sejumlah negara Asia akan mengganggu efektivitas reformasi kebijakan ekonomi

 

Sri Mulyani menuturkan, Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2018 di berbagai wilayah Indonesia tak akan mengganggu proses reformasi kebijakan ekonomi yang tengah dijalankan pemerintahan presiden  Joko Widodo dan wapres Jusuf Kalla.

 "Saya ingin menegaskan, seluruh alasan bahwa tahun ini pemerintah akan terdistraksi atau terganggu konsentrasinya dan tidak menjalankan berbagai program reformasi ambisiusnya, itu adalah salah," tegas Sri Mulyani di Jakarta, Rabu (10/1).

 Menurutnya, pada tahun ini pemerintah telah mengagendakan agar lebih agresif meningkatkan koordinasi antar kementerian dan lembaga maupun pelaku usaha untuk memecahkan permasalahan dalam upaya percepatan reformasi kebijakan ekonomi.

 “Salah satu upaya pemerintah untuk memecahkan persoalan yang menghambat laju pertumbuhan ekonomi dengan memangkas ketentuan terkait larangan terbatas (lartas) barang impor. Tahun ini reformasi untuk menghilangkan berbagai macam masalah. Jadi, kami juga menghilangkan lartas dari 40% menjadi 20%," paparnya.

 Ia menjelaskan, pemangkasan tingkat lartas tersebut untuk mempermudah dan mempercepat arus barang yang masuk ke Indonesia. "Kita sekarang akan masuk ke masalah detail apa yang akan menghambat investasi. Mindset dari kami adalah bagaimana cara memecahkan masalah," kata Sri Mulyani.

 Lebih lanjut menurutnya, percepatan reformasi kebijakan ekonomi nasional merupakan langkah pemerintah untuk mengurai masalah yang mengganggu laju pertumbuhan ekonomi.

 “Kami duduk bersama, berkoordinasi, berkolaborasi dan bersinergi untuk membuat kemajuan yang konkret di bidang investasi dan mendukung ekspor," tuturnya.

 


 

Reporter: Didi Kurniawan

Editor: Hendri Firzani

didi
10-01-2018 14:56