Main Menu

Impor Beras Hancurkan Mimpi Swasembada Jokowi

Sandika Prihatnala
17-01-2018 16:55

Petani membentangkan poster bertuliskan Stop Impor Beras, saat aksi tunggal di area persawahan Desa Undaan, Kudus, Jawa Tengah (15/1). (Antara/Yusuf Nugroho/AK9)

Jakarta, Gatra.com - Mimpi Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk swasembada buyar dengan kebijakan impor beras oleh Perum Bulog atas izin Kementerian Perdagangan. Pemerintah memutuskan impor beras dari Vietnam sebanyak 500.000 ton. 

Di beberapa kesempatan Jokowi optimis swasembada beras sebentar lagi terwujud. Bahkan dalam 2 tahun terakhir, sejak 2016, impor beras telah distop pemerintah. 

"Tiba-tiba saja, jrenggg.. Kementerian Perdagangan mengumumkan bakal impor 500.000 ton beras Vietnam. Padahal Pak Jokowi bilang sebentar lagi swasembada, hapus sudah itu," ungkap pengamat politik Tjipta Lesman di Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (17/1) siang. 

Menurut Tjipta impor beras memerlukan waktu kurang lebih dua bulan sampai ke Indonesia. Kedatangan beras Vietnam itu bersamaan panen raya di sejumlah wilayah di Jakarta. 

"Di bulan Februari, bulan April dan lainnya  ada panen raya. Bayangkan di saat panen raya masuk itu beras impor, petani itu pasti sangat merugi," sambung Tjipta. 

Selain waktu impor, Tjipta mempermasalahkan otoritas pengimpor beras Vietnam. Sebelum impor oleh Perum Bulog, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita memberikan izin kepada Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI). 


Reporter : Abdul Rozak

Editor : Sandika Prihatnala

Sandika Prihatnala
17-01-2018 16:55