Main Menu

Pengamat : Kurang Berdayakan Bulog, Pasokan Tidak Merata

Sandika Prihatnala
17-01-2018 17:55

Gudang Bulog. (GATRA/Ardi Widi Yansah/AK9)

Jakarta, Gatra.com - Pemerintah dinilai kurang memberdayakan peran Perum Bulog untuk urusan logistik terutama beras. Akibatnya tidak ada pemerataan stok beras di Indonesia.

Pengamat politik Universitas Budi Luhur Tjipta Lesmana mengatakan pemerataan stok beras adalah tugas Bulog. Selain itu, tugas Bulog membeli gabah dari petani juga tidak menjadi prioritas bulog.

"Pemerintah kurang memberdayakan Bulog, tidak seperti orde baru di mana sangat kuat. Sehingga sekarang ada daerah yang surplus beras dan juga minus, padahal melakukan pemerataan itu adalah kewajiban Bulog," ungkap Tjipta di Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (17/1).

Tjipta menyayangkan keputusan Kementerian Perdagangan mengeluarkan izin impor beras Vietnam sebanyak 500.000  Perum Bulog. Izin impor semula diberikan kepada Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI).

Alasan kenaikan harga beras sebagai dalih impor beras Vietnam dinilai terlalu ceroboh. Padahal sejak tahun 2016, Indonesia tidak melakukan impor beras, saat sedang dilanda El Nina dan La Nino.

"Setelah natal harga beras memang terus naik merujuk ke Pasar Beras Induk Cipinang, di daerah juga harga merangkak naik. tetapi di 2016 saat El Nina dan La Nino melanda Indonesia kita bisa survive tanpa impor," ujar dia.  


Reporter : Abdul Rozak

Editor : Sandika Prihatnala

Sandika Prihatnala
17-01-2018 17:55