Main Menu

Pemerintah Fokus Menyalurkan KUR

Sandika Prihatnala
18-01-2018 14:10

Asisten Deputi (Asdep) Urusan Asuransi Penjaminan dan Pasar Modal Kementrian Koperasi dan UKM RI Willem Pasaribu (tengah) di Acara tantangan penyaluran KUR 2018, di Kantor Kementerian Koperasi dan UKM, Jakarta, Kamis (18/01/18). (GATRA/MEF/AK9)

Jakarta, Gatra.com - Asisten Deputi (Asdep) Urusan Asuransi Penjaminan dan Pasar Modal Kementrian Koperasi dan UKM RI Willem Pasaribu mengatakan, selama masa pemerintahan Presiden Joko Widodo Penyaluran Kredit Usaha Rakyat naik dua kali lipat lebih bila dibandingkan dengan penyaluran KUR periode 2007-2014 yang hanya sebesar 40 Triliun rupiah. 

 

"Di era Jokowi di tahun 2015, 2016 saja, kenaikannya lebih dari 2 kali lipat. 

Lompatannya sampai 110 Triliun rupiah," katanya kepada GATRA, di kantor Kementerian Koperasi dan UKM, kamis (18/01).

Menurutnya, keberhasilan ini disebabkan era pemerintahan saat ini lebih prudent. Di samping itu, berbagai insentif yang diberikan pemerintah kepada para Perbankan penyalur KUR dan juga melibatkan Bank Pembangunan Daerah (BPD) untuk mempermudah akses penyalurannya. 

"Kalo dulu kan lebih banyak bantuan sosial. Terus pengalaman dalam menganalisis proyeknya juga kurang baik. Kalo sekarang lebih terarah sebetulnya, " ujarnya. 

Selanjutnya, Willem bilang, pemerintah menghimbau agar para UMKM membentuk kelompok yang maksimal terdiri dari 10 orang agar lebih cepat dalam hal pencairannya. Dan yang lebih penting menurutnya, kelompok ini diharapkan akan tercipta fungsi pembinaan dan pemasarannya. 

"Diusahakan kluster atau kelompok jadi ada Tanggung renteng. Kalo kelompok saling membantu. Yg paling penting kluster ini ada pembinaan dan pemasarannya. Pemasarannya ini penting, " imbuhnya. 

Selain itu, lanjut Willem, pemerintah juga akan fokus memberikan KUR khusus. Terkait hal ini, ada beberapa sektor yang akan diberikan KUR khusus ini, seperti Perkebunan, Pertanian dan Perikanan. 

Willem mengungkapkan, terkait regulasinya sudah diatur dalam Permenko. Sehingga nantinya, Permenko ini akan ditindaklanjuti oleh Kementerian teknis terkait. 

"Yang sudah mulai di tindaklajuti oleh Kementan. Karena itu, di Kementan sudah ada program peremajaan Kelapa Sawit. Nanti dengan KUR ini, saling sinkronisasi, " terangnya. 

Lebih lanjut, kata Willem, pagu anggaran subsidi bunga KUR tahun 2018 sebesar Rp. 11,979 triliun. 


Reporter: MEF

Editor : Sandika Prihatnala 

Sandika Prihatnala
18-01-2018 14:10