Main Menu

OJK : Kontribusi Industri Jasa Keuangan Optimal Di 2018

Aulia Putri Pandamsari
18-01-2018 22:59

Ketua Dewan Komisioner OJK, Wimboh Santoso saat memberikan sambutan (Antara/Galih Pradipta/yus4)

Jakarta, Gatra.com -  Otoritas Jasa Keuangan (OJK) optimis dukungan dari sektor jasa keuangan akan optimal sehingga bisa mendorong pencapaian target pertumbuhan ekonomi 5,4% di tahun 2018.


Harapan positif ini diungkap Ketua Dewan Komisioner OJK, Wimboh Santoso, karena sejalan dengan solidnya indikator sektor jasa keuangan baik dari sisi pemodalan dan likuiditas, maupun tingkat risiko yang terkendali.

Saat ini, kata Wimboh, permodalan lembaga jasa keuangan kita relatif kuat, yang ditunjukkan dengan CAR perbankan sebesar 23,36%.

"Dengan asumsi CAR disesuaikan ke level setara dengan rata-rata CAR Perbankan di kawasan ASEAN-5 yaitu 18%, maka industri perbankan kita memiliki potensi untuk mendorong penyaluran kredit bahkan sampai dengan Rp 640 triliun.” kata Wimboh dalam acara “Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan”, Kamis (18/1).

Selain itu, kuatnya permodalan ini juga didukung oleh tingkat risiko kredit yang terkendali dengan rasio NPL 2,59% gross (1,11% net), dengan tren yang menurun.

Sementara itu, likuiditas yang tersedia di sektor jasa keuangan juga masih sangat memadai mencapai Rp626 triliun.  

Meskipun begitu, kinerja intermediasi perbankan juga masih perlu ditingkatkan mengingat realisasi pertumbuhan kredit mencapai 8,35% di tahun 2017, masih di bawah Rencana Bisnis Bank (RBB) sebesar 11,86%.

“Kami melihat hal ini masih dalam batas yang wajar karena beberapa debitur masih dalam proses restrukturisasi yang dilakukan perbankan untuk memitigasi peningkatan risiko kredit," tegasnya. 

Menurut Wimboh, OJK memandang baik dengan percepatan proses restrukturisasi serta membaiknya pertumbuhan ekonomi domestik yang akan mendorong penyaluran kredit lebih tinggi lagi pada tahun-tahun ke depan.

Optimisme juga diperlihatkan oleh pelaku industri jasa keuangan, hal itu tercermin dalam Rencana Bisnis Bank tahun 2018, yang menargetkan ekspansi kredit sebesar 12,2% dan Dana Pihak Ketiga sebesar 11,16%.  

Di Pasar Modal, perkembangan penghimpunan dana di tahun 2017 juga memperlihatkan hasil yang  cukup menggembirakan dengan capaian sebesar Rp264 triliun. Jauh melampaui target sebesar Rp217 triliun.

Sama halnya dengan perkembangan kinerja lembaga keuangan non bank (IKNB)  yang  menunjukkan perkembangan positif, dengan risiko yang terkendali.

Hal ini tercermin dari pertumbuhan aset industri asuransi sebesar 20,2% yoy, melampaui pertumbuhan tahun 2016 sebesar 18,2% yoy, yang didukung oleh tingkat permodalan yang memadai untuk membayar klaim.

Sementara itu, piutang pembiayaan yang disalurkan oleh perusahaan pembiayaan tumbuh 7,05% yoy, dengan tingkat pengelolaan risiko yang memadai. 


Reporter: APP

Editor : Mukhlison

Aulia Putri Pandamsari
18-01-2018 22:59