Main Menu

Wapres JK: Jepang Investor Kedua Terbesar di Indonesia

Anthony Djafar
21-01-2018 08:45

Wapres Jusuf Kalla bersama Utusan Khusus Perdana Menteri Jepang Toshihiro Nikai pada peringatan 60 Tahun hubungan diplomatik Indonesia-Jepang. (Dok. Setwapres/FT02)

Jakarta, Gatra.com - Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla mengatakan, bahwa Jepang merupakan investor kedua terbesar di Indonesia, yang juga salah satu negara dengan mitra dagang utama. 

 

“Ada sekitar 1.800 perusahaan Jepang telah berinvestasi di Indonesia dan telah berkontribusi dalam mendorong peningkatan daya saing dan memajukan perekonomian Indonesia,” kata Wapres dalam peringatan 60 tahun hubungan diplomatik Indonesia-Jepang, di Ballroom Hotel Indonesia Kempinski Jakarta, Sabtu, (20/1).

Wapres mengatakan bahwa dari sisi politis kedua negara juga memiliki kerja sama yang solid

Kesepakatan kemitraan strategis untuk masa depan yang damai dan sejahtera yang di tandatangani masing-masing kepala negara tahun 2006.

“Kesepakatan Indonesia-Japan Economic Partnership Agreement (IJEPA), juga telah ditandatangani tahun 2007, yang kemudian diperkuat melalui pernyataan bersama antara Kepala Negara saat kunjungan Perdana Menteri Jepang ke Indonesia bulan Januari 2017,” katanya.

Sedangkan dari sisi hubungan antar masyarakat (people to people relations), lanjut Wapres juga berjalan amat dinamis bahkan Intensitas saling kunjung antara masyarakat kedua negara juga mengalami kemajuan pesat.

“Saya sangat gembira bahwa anak-anak muda berperan sangat aktif dalam memperkuat hubungan antar  masyarakat. Hal itu tampak jelas dalam berbagai kerjasama dan aktivitas terkait ilmu pengetahuan, pendidikan, kesenian, kebudayaan dan pariwisata,” katanya.

Selain jalinan persahabatan antara kedua negara kata Wapres,  juga tercermin antara lain, melalui berbagai kerjasama teknis dan peningkatan kapasitas antar provinsi atau kota bersaudara (sister-cities and sister-provinces) di kedua negara.

Wapres menegaskan bahwa dalam menghadapi dinamika yang penuh ketidakpastian saat ini, hubungan dari hati ke hati merupakan kunci sebagai mitra yang setara dalam menghadapi berbagai tantangan di masa depan.

“Saya yakin bahwa hubungan dari hati ke hati atau akai ito merupakan kunci yang dapat membuat kita tetap bergandengan tangan, bekerja bersama dan maju bersama,” katanya.

Sebelumnya Utusan Khusus Perdana Menteri Jepang Toshihiro Nikai mengatakan bahwa  pertukaran pemuda kedua negara pada peringatan 60 tahun ini, dirinya mengundang 60 anak-anak muda Indonesia.

Turut hadir Menteri Dalam Negeri Tjahyo Kumolo, Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Ignasius Jonan, Mantan Menteri Perdagangan Rahmat Gobel 


Editor: Anthony Djafar

Anthony Djafar
21-01-2018 08:45