Main Menu

Jembatan Terpanjang di NTT Telah Rampung Dikerjakan

Cavin Rubenstein M.
21-01-2018 09:09

Jembatan Petuk di Maulafa Kota Kupang, NTT. (Dok. KemenPUPR/FT02)

Jakarta, Gatra.com - Jembatan Petuk di Kecamatan Maulafa Kota Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) telah rampung dan siap digunakan. Jembatan sepanjang 337 meter terpanjang di NTT dan merupakan bagian dari jalan lingkar luar Kota Kupang menuju Pelabuhan Tenau dan Kabupaten Timor Tengah Selatan, Timor Tengah Utara, Belu, dan Malaka. 


Pembangunan Jembatan Petuk menggunakan anggaran tahun jamak sebesar RP 235 miliar tahun 2015 hingga 2017. Jembatan dengan tipe precast prestresed girder memiliki 5 pilar dengan tinggi 25-35 meter. Jembatan nantinya akan dihiasi dengan berbagai bentuk ornamen budaya lokal sehingga akan menjadi ikon baru kebanggaan masyarakat NTT dan Kupang khususnya.


"Pembangunan jembatan disamping memperhatikan fungsinya, menjadi lebih bagus dengan mengakomodir ornamen budaya setempat." kata Menteri Basuki Hadimuljono dalam siaran resminya yang di terima GATRA, Minggu (21/01).


Jembatan bentang panjang lainnya yang tengah diselesaikan oleh Kementerian PUPR melalui Ditjen Bina Marga antara lain adalah Jembatan Holtekamp di Jayapura, Jembatan Teluk Kendari dan Jembatan Musi 4 di Palembang


Penggunaan ornamen budaya lokal juga diterapkan dalam pembangunan Jembatan Layang (fly over) Simpang Bandara-Tanjung Api Api, di Kota Palembang sepanjang 460 meter dengan menggunakan motif kain songket pada dinding jembatan layang. Pembangunan sudah dimulai sejak Juli 2016 dan ditargetkan rampung Mei 2018 mendatang. 


Kehadiran jembatan layang ini sangat dinantikan karena akan mendukung kelancaran lalu lintas Kota Palembang yang akan menjadi tempat penyelenggaraan Asian Games XVIII tahun 2018 bersama Provinsi DKI Jakarta dan Jawa Barat.


Anggaran yang dibutuhkan mencapai Rp 159,5 miliar yang dibagi ke dalam tiga tahun anggaran. Tahun 2016 sebesar Rp 66,96 miliar untuk pekerjaan galian dan timbunan, pemasangan pondasi bored pile dan pekerjaan pile cap. 


Tahun 2017 dialokasikan sebesar Rp 80,004 miliar dengan pekerjaan pier, pier head, erection girder dan diafragma, serta pekerjaan plat lantai. Tahun 2018 anggarannya sebesar Rp 12,5 miliar untuk pekerjaan pengaspalan, pembangunan taman, pekerjaan ornamen dan penyelesaian akhir. 


Jembatan layang ini memiliki lebar 17 meter dengan 4 lajur dua arah. Progres konstruksi hingga awal Januari 2018 sudah mencapai 90 persen. Beberapa pekerjaan yang juga sudah diselesaikan yakni pekerjaan lantai jembatan, ornamen pada girder, pengecatan,dan pemasangan penerangan jalan. 


Reporter: MEF 

Editor     : Cavin R. Manuputty

Cavin Rubenstein M.
21-01-2018 09:09