Main Menu

Panen di Sukabumi Hasilkan 18 ribu Ton Gabah

Fahrio Rizaldi A.
22-01-2018 14:47

Ilustrasi. (Antara/Yulius Satria Wijaya/AK9)

Sukabumi, Gatra.com - Kementerian Pertanian (Kementan) bersama petani melakukan program Panen dan Serap Gabah (Sergap) di Desa Caringin, Kecamatan Gegerbitung, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Panen yang dilakukan pada Sabtu (20/1) itu dihadiri oleh Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP) Agung Hendriadi, bersama Kepala Badan Karantina, Hanun Harpini, dan pemerintah daerah Sukabumi.


Bupati Sukabumi, Marwan Hamami juga terlibat dalam aksi Sergap. Menurut Marwan, daerahnya tidak pernah kekurangan pangan karena hasil panen yang melimpah sepanjang waktu. Hal ini juga dibantu oleh upaya khusus (Upsus) yang dilakukan Kementan.

"Kami telah mempersiapkan 3 gudang untuk menampung hasil panen petani. Ke depan akan ditambahkan lagi," kata Marwan dalam keterangan tertulis yang diterima Gatra.com, Senin (22/1). Bahkan di Ciwaru, kata Marwan, petani telah melakukan 4 kali panen dalam setahun.

Agung Hendriadi mengatakan panen Sergab ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan cadangan pangan nasional, sehingga tidak akan mengganggu stabilitas harga beras dalam negeri. "Harga jual rata-rata beras premium di Sukabumi Rp 10.000 per liter. Bulog setempat akan menyerap hingga tujuh % dari panen padi petani di Sukabumi," katanya.

Sementara itu, Banun Harpini yang menjadi penanggung jawab Upsus Percepatan Swasembada Padi, Jagung, dan Kedelai (Pajale) di Jabar mengatakan wilayahnya memiliki 289 hektare lahan padi yang ditanami varietas Sintanur. Dari 20 hektare saja, kata Banun, mampu memproduksi 5/3 ton gabah per hektarenya, sehingga menghasilkan 106 ton gabah. Produk berkualitas baik, dapat dibeli Bulog seharga Rp. 5.000 per kilogram.

"Kabupaten Sukabumi capaiannya tertinggi di Jawa Barat, sehingga surplus beras 18.000 ton pada Januari 2018," kata Banun.

Sedangkan varietas yang ditanam adalah Inpari 32, 42, dan sebagainya lebih tahan wereng dibandingkan Ciherang. Partisipasi kelompok tani Mandiri di Desa Caringin, Kecamatan Gegerbitung, dalam pembangunan ketahanan pangan melalui kerja sama dengan Bulog dirasa sangat membantu pemerintah dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga gabah/beras.
 
Kerja sama kemitraan seperti ini akan terus dikembangkan di daerah-daerah lain sehingga dapat memberikan dampak  lebih luas, khususnya bagi upaya pemenuhan cadangan pangan nasional dan peningkatan kesejahteraan petani.

Ke depan, dengan adanya panen hingga musim raya bulan Maret-April 2018 diprediksi produksi gabah akan melimpah sehingga dikhawatirkan dapat menyebabkan anjloknya harga di tingkat petani.

Oleh sebab itu, pemerintah telah menginstruksikan kepada Bulog untuk siap melakukan pembelian, khususnya ketika menyentuh harga pembelian pemerintah (HPP). Dengan adanya upaya ini diharapkan stabilitas harga gabah atau beras dapat terjaga baik bagi seluruh pihak.


Reporter: Rizaldi Abror
Editor: Iwan Sutiawan

Fahrio Rizaldi A.
22-01-2018 14:47