Main Menu

Kemendes PDTT Kembangkan Ekonomi Masyarakat Pulau Bungin

Arif Prasetyo
22-01-2018 15:22

Kemendes PDTT) Lakukan Panen Ikan Kerapu di Pulau Bungin (Foto: Dok. Kemendes PDTT)

Sumbawa Besar, Gatra.com – Direktorat Pengembangan Daerah Pulau Kecil dan Terluar, Direktorat Jenderal Pengembangan Daerah Tertentu, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) melakukan panen ikan kerapu di Pulau Bungin, Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat.


Budidaya ikan kerapu dengan sistem keramba apung ini dapat meningkatkan perekonomian masyarakat setempat, bahkan mejadi destinasi wisata kuliner.

Direktur Pengembangan Daerah Pulau Terpencil dan Terluar, Hasrul Edyar mengatakan, program ini tidak hanya berhasil mengembangkan budidaya ikan kerapu, tetapi juga berhasil mengembangkannya menjadi bisnis yang sangat menguntungkan.

“Malah kini Pulau Bungin menjadi terkenal sebagai destinasi wisata kuliner ikan kerapu di Sumbawa Besar,” ujar Hasrul Edyar, di sela-sela panen raya ikan kerapu dan pemberian bantuan Landasan Apung, di Pulau Bungin, Ahad (21/1).

Di Kabupaten Sumbawa, terdapat 3 lokasi percontohan program budidaya ikan kerapu yang dikembangkan oleh Kemendes PDTT. Yakni di Desa Bungin, Kecamatan Alas; Desa Labuhan Bajo, Kecamatan Alas; dan Desa Labuhan Jambu, Kecamatan Torano.

Lanjut Hasrul, pada 2015, setiap kelompok pembudidaya ikan kerapu di 3 lokasi percontohan mendapatkan bantuan tahap I program budidaya ikan kerapu berupa 4 unit atau 32 lubang keramba apung, bibit ikan kerapu 7.000 ekor, pakan ikan, dan perahu jukung 1 unit. Ikan kerapu jenis Cantang itu bisa dipanen antara 6-8 bulan.

Para nelayan Pulau Bungin kemudian mengembangkan program ini menjadi destinasi wisata. Di atas keramba apung dibangun restoran apung yang menyediakan kuliner seafood, wisata memancing, dan snorkeling melihat terumbu karang sekitar lokasi.

“Selama tahun 2017 wisatawan yang datang sekitar 13.700 orang. Beberapa wisatawan asing yang hendak pergi ke Pulau Moyo sering mampir di sini dulu,” ujar Tison, Ketua Kelompok Pembudiaya Ikan Kerapu Pulau Bungin.

Pulau Moyo merupakan destinasi wisata paling populer di Kabupaten Sumbawa. Sukses mengelola bantuan peningkatan kesejahteraan masyarakat pulau kecil ini, Direktorat Pengembangan Daerah Pulau Kecil dan Terluar, Kemendes PDTT, kembali menyalurkan fasilitasi bantuan tahap II untuk tahun anggaran 2017.

Pemberian bantuan tahap II ini berupa rumpon apung 2 unit, landasan apung (rumah apung) 1 unit, alat pembersih keramba (sprayer) 3 unit, freezer (kulkas pendingin ikan) 3 unit, jaring karamba besar 12 buah, dan jaring karamba kecil 12 unit. Semuanya senilai sekira Rp 1,9 milyar.

“Bantuan ini diharapkan bisa memicu program percontohan budidaya ikan kerapu di wilayah lain, utamanya untuk mendukung 4 program prioritas Kemendes PDTT dari segi pengembangan Pengembangan Produk Unggulan Perdesaan (Prukades) dan pemanfaatan Bumdes dalam pengelolaan serta peningkatan ekonomi warga desa” ujar Johozua M Yoltuwu, Direktur Jenderal Pengembangan Daerah Tertentu, Kemendesa PDTT.


Editor: Arief Prasetyo

Arif Prasetyo
22-01-2018 15:22