Main Menu

BKP Jamin Stok Beras Nasional Aman dalam Tiga Bulan ke Depan

Fahrio Rizaldi A.
25-01-2018 20:28

Stok Beras di Gudang Bulog (Antara/Rahmad/FT02)

Jakarta, Gatra.com - Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian (Kementan) menjamin ketersediaan pasokan pangan, terutama untuk komoditas beras dalam batas aman. Hal ini disampaikan oleh Kepala BKP Kementan, Agung Hendriadi.


"Ketersediaan beras nasional selama Januari-Maret 2018 adalah 2,8 juta ton (Januari); 5,4 juta ton (Februari); dan 7,4 juta ton (Maret)," kata Agung dalam keterangan tertulis yang diterima Gatra.com, Kamis (25/1).

Agung menilai angka konsumsi beras secara nasional terbilang wajar dan tak memengaruhi stok beras yang akan dipanen dalam beberapa bulan ke depan. "Dengan angka konsumsi beras per bulan 2,5 juta ton, dapat dipastikan tiga bulan ke depan kita mengalami surplus beras," ungkapnya.

Saat menghadiri Rapat Pimpinan (Rapim) Nasional Kepolisian Republik Indonesia di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) belum lama ini, Agung memaparkan strategi Kementan dalam mewujudkan swasembada beras tahun 2018. Dalam paparannya, ia menjelaskan bahwa rincian surplus beras per bulan, mulai Januari sampai Maret mendatang tergolong aman.

Pada Januari ini, produksi beras surplus sampai 329 ribu ton, sementara untuk Februari diprediksi surplus 2,9 juta ton, dan produksi Maret diprediksi menghasilkan 4,97 juta ton.

"Angka tersebut diperoleh berdasarkan proyeksi luas panen selama Januari-Maret 2018 secara berturut-turut, Januari (854 ribu ha); Februari (1, 6 juta ha); dan maret (2,25 juta ha)," papar Agung.

Selain dari Kementan, dalam acara diskusi panel perberasan ini juga hadir sebagai narasumber lainnya, adalah Sekretaris Jenderal Kementerian Perdagangan dan Direktur Operasional dan Pengadaan Bulog.

Strategi Kementan dalam menjaga dan meningkatkan produksi padi, lanjut Agung, adalah tidak mengggunakan lagi pola lama asep (April September)-Okmar (Oktober-Maret), tetapi menjaga pola tanam di angka aman minimal 1 juta hektar padi yang terjadi sepanjang tahun, sehingga tidak ada istilah paceklik.

"Insya Allah, dengan dukungan alat mesin pertanian dan perbaikan irigasi produksi padi akan selalu terjaga," ujarnya.

Sementara untuk menjaga stabilisasi harga pangan, pihaknya mengharapkan sinergitas dan komitmen antarpihak untuk meningkatkan produksi pertanian. "Yang tidak kalah penting dalam distribusi pangan, adalah perlunya dukungan dan pengawalan oleh satgas pangan," tandasnya.


Reporter: Rizaldi Abror
Editor: Iwan Sutiawan

Fahrio Rizaldi A.
25-01-2018 20:28