Main Menu

Moeldoko Sarankan Pebisnis Muda Rambah Trading Pertanian dan Peternakan

Wanto
29-01-2018 23:39

Jenderal TNI (Purn) Moeldoko (hkti.online/FT02)

Jakarta, Gatra.com - Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Jenderal TNI (Purn) Moeldoko menilai, pemuda milenial saat ini mempunyai tiga ideologi yakni inovasi, perubahan, dan socioentrepreneurship.


"Ideologi anak muda adalah satu, inovasi. Kedua, perubahan. Ketiga, socioentrepreneurship. Ini membanggakan. Dunia berubah dengan cepat dengan risiko yang komplek dan mengejutkan.

Jadi untuk menghadapi persoalan, jelas Moeldoko, harus berubah. Kedua adalah inovasi. Ada rumusan, demokrasi plus inovasi dan kapitalisasi, maka hasilnya adalah prosperity and security.

"Ini teman-teman sudah ada di situ. Kita negara demokrasi, banyak anak muda inovator, kita merasakan kapitalisasi, sebenarnya negara ini enggak lama menuju kesejahteraan," kata Moeldoko di Jakarta, Senin (29/1).

Namun demikian, mantan Panglima TNI ini menganjurkan pebisnis muda merambah trading di sektor pertanian dan peternakan. Di mana cara ambil untungnya kalau teman ingin berbisnis di sana? Moeldoko mencontohkan HKTI yang tidak hanya menyentuh pertanian, tapi juga peternakan dan lain-lain.

"Misalnya datang aja ke Cianjur, cari 100 orang tidak berdaya ibu-ibu atau bapak-bapak, rekrut beri tiap orang 200 ekor itik atau bebek. Makanan kita siapkan, gaji harian juga. Tugas kita cari pasar. Namanya itik di Jakarta, mau berapa juga habis. Ekspor lagi ke Malaysia, mereka perlu banyak sekali," terang Kepala Staf Presiden (KSP) ini.

Menurutnya, hal itu tidak susah untuk dijalankan. Sangat gampang. Ini juga bisa dipakai di sayur mayur dan buah-buahan.

"Kita bina petani sayur di Puncak, tekankan yang organik. Kebutuhan hotel tinggi, seperti rumah makan Jepang restoran lainnya. Anak muda jangan menyentuh yang kalangan bawah, tapi yang kalangan atas saja," cetusnya.

Tidak hanya itu, lanjut Moeldoko, anak muda juga bisa merambah sektor e-commerce di sektor pertanian dan peternakan. Sebab, di era sekarang ini, bisnis e-commerce sangat menjanjikan.

"E-commerce juga bagus. Bisa digarap juga. Selama ini penjualan sapi dan domba hanya tinggi saat Idul Adha saja. Tapi bila sudah disentuh e-commerce, pasti permintaan akan datang tiap hari," pungkasnya.


Reporter: Wanto
Editor: Arief Prasetyo

Wanto
29-01-2018 23:39