Main Menu

Balai Besar Karantina Pertanian Musnahkan Benih Kedelai Bervirus Asal Taiwan

Fahrio Rizaldi A.
31-01-2018 20:24

Ilustrasi benih kedelai (istimewa/yus4)

Jakarta, Gatra.com - Balai Besar Karantina Pertanian (BBKP) Bandar Udara Soekarno-Hatta memusnahkan 400 gram benih kedelai asal Taiwan. Benih kedelai tersebut dinyatakan positif membawa penyakit Broad Bean Wilt Virus (BBWV).

Penyakit BBMV itu merupakan kategori A1 golongan 1 yang belum ada di Indonesia, sehingga tidak bisa dibebaskan dari karantina. Pemusnahan itu dilakukan di instalasi karantina Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten dengan cara dibakar.

"Jika benih kedelai bervirus ini masuk ke Indonesia akan menimbulkan dampak negatif terhadap kedelai lokal," kata Pelaksana Harian Kepala BPKP Soekarno-Hatta, Eka Darnida Yanto, dalam keterangan tertulis, Rabu (31/1).

Menurut Eka, BBMV yang menyerang kedelai dapat mengurangi produksi hingga 70% dari total luasan lahan tanam. Virus ini juga bisa menyerang 180 spesies tanaman lainnya dari 41 famili. "Beberapa tanaman yang dapat terserang antara lain, tomat, wortel, dan kacang panjang," ujarnya.

Pemusnahan dilakukan sesuai amanat Undang-Undang (UU) Nomor 16 Tahun 1992 tentang Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan, demi terjaganya sumber daya alam di Indonesia dari ancaman Hama dan Penyakit Hewan Karantina (HPHK) dan Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK) dari luar wilayah Republik Indonesia.

Selain benih kedelai, pihak karantina Soekarno-Hatta juga memusnahkan beberapa komoditas pertanian yang masuk ke Indonesia dalam kurun waktu Oktober hingga Desember 2017. Pemusnahan dilakukan karena tidak dilengkapi dengan dokumen persyaratan yang berasal dari daerah yang dilarang pemasukannya atau berdasarkan uji laboratorium ditemukan penyakit yang dapat mengancam Pertanian dan Peternakan di Indonesia.

Beberapa komoditas tersebut di antaranya 93 kilogram kurma asal Mesir dan 5 ekor merpati asal Taiwan yang juga terserang virus, serta vaksin milik PP Pordasi sebanyak 9 vial. "Lima ekor burung merpati tersebut dimusnahkan karena berasal dari area wabah Avian Influenza," katanya.

Pemusnahan itu dilakukan sesuai dengan Permentan Nomor 44 Tahun 2013 tentang Penghentian Pemasukan Unggas dan atau Produk Segar Unggas dari Republik Rakyat Cina ke dalam Republik Indonesia. "Seluruh unggas dan produk unggas yang berasal dari daerah wabah wajib dimusnahkan," ujarnya.

Avian Influenza (AI) adalah penyakit unggas dan burung yang dapat menyebabkan kematian pada hewan yang terserang. Untuk mencegah wabah AI terulang kembali di Indonesia, maka pemasukan unggas dari daerah wabah wajib ditolak atau dimusnahkan. Kematian ayam akibat AI di Indonesia sejak Agustus 2003 sampai September 2008 adalah 10 juta ekor dan menimbulkan kerugian lebih dari 14 trilyun rupiah.


Reporter: Rizaldi Abror
Editor: Iwan Sutiawan

Fahrio Rizaldi A.
31-01-2018 20:24