Main Menu

The Fed: Suku Bunga Tetap

Rosyid
01-02-2018 20:48

Ilustrasi Wall Street (REUTERS / NYSE / AMAZON / FORD MOTOR / FIATCHRYSLER)

Washington, Gatra.com - Federal Reserve masih berusaha untuk merangsang pertumbuhan ekonomi yang lebih cepat ekonomi Amerika Serikat dengan membiarkan suku bunga acuannya tidak berubah, tetap  dalam kisaran 1,25 persen  sampai 1,5 persen.


Keputusan yang diumumkan Rabu (31/1) waktu setempat itu menurut The Fed akan membantu mendukung pertumbuhan lapangan kerja dan inflasi yang lebih kuat. The Fed mengatakan ekonomi tumbuh pada tingkat 'solid' dan pasar tenaga kerja terus membaik.

Michael Gapen, kepala ekonomi Amerika Serikat di Barclays menilai penilaian itu sebagai sinyal kuat suku bunga acuan akan naik pada Maret mendatang.

Namun pejabat Fed masih berkomitmen untuk bergerak perlahan. Pertumbuhan, meski stabil, tetap lemah menurut standar historis, dan meski pengangguran cukup rendah, pertumbuhan upah juga tetap lamban. "Sikap kebijakan moneter tetap akomodatif, sehingga mendukung kondisi pasar tenaga kerja yang kuat dan imbal hasil yang berkelanjutan terhadap inflasi 2 persen," kata Fed dalam pernyataan pers ke depan seperti dikutip New York Times, Rabu (31/1).

Selama 2017 ekonomi AS tumbuh  2,3 persen, memperpanjang periode pertumbuhan stabil.  Perkiraan sejumlah pengamat, termasuk sebagian besar pejabat The Fed, tahun ini pertumbuhan sedikit lebih cepat. Salah satu faktornya adalah  kebijakan pemotongan pajak Presiden Trump sebesar $ 1,5 triliun yang mulai berlaku pada bulan Januari.

Pengumuman ini juga menjadi penanda berakhirnya masa jabatan empat tahun Janet Y. Yellen sebagai ketua The Fed.  Senin minggu depan, Jerome H. Powel gubernur The Fed sejak 2012 akan diambil sumpahnya sebagai pengganti Yellen.

Yellen yang meneruskan kepemimpinan Alan Greenspan melewati masa-masa sulit paska krisis ekonomi 2008.   Dibawah kepemimpinannya, Fed memperpanjang stimulus ekonomi meskipun para kritikus menyebutkan The Fed telah kehilangan kemampuan untuk memperbaiki kondisi ekonomi.  Namun Yellen menyakinkan koleganya bawah masih ada ruang untuk pertumbuhan ekonomi. Dan sejarah kemudian membuktikan Yellen benar.


 

Editor: Rosyid

Rosyid
01-02-2018 20:48