Main Menu

BI: Pemulihan Ekonomi Indonesia Akan Terus Berlanjut

Sandika Prihatnala
11-02-2018 19:48

Aktivitas Perdagangan di pasar tradisonal (GATRA/Eva Agriana Ali/FT02)

Jakarta, Gatra.com - Kepala Departemen Kebijakan Moneter dan Ekonomi Makro Bank Indonesia (BI), Doddy Budi Waluyo menanggapi beberapa hasil rilis Badan Pusat Statistik (BPS) mengenenai pertumbuhan ekonomi beberapa hari lalu. 

 

Doddy mengatakan,  pertumbuhan ekonomi kuartal IV 2017 sebesar 5.19% menguatkan indikasi berlanjutnya pemulihan ekonomi Indonesia.  

Menurutnya, penggerak pertumbuhan berasal dari investasi (7,27%) dan ekspor (8,5%) yang berkinerja baik di periode tersebut.

"Konsumsi RT mulai membaik meski belum cukup kuat. Dari sisi LU, sektor jasa cukup dominan (seperti LU transportasi dan pergudangan, dan LU Informasi dan Komunikasi), " katanya kepada GATRA melalui keterangan tertulis, Minggu (11/02).

Selanjutnya, kata Doddy, BI memperkirakan PDB 2018 akan berada di range 5,1-5,5% yang terutama lebih didorong domestic demand, investasi swasta dan konsumsi RT. 

"Kenaikan ekspor yang diikuti impor diperkirakan akan berlanjut mengindikasikan proses pemulihan ekonomi yang akan terus berlanjut," ujarnya. 

Dalam hal ini, sambung Doddy,  komitmen Pemerintah untuk terus memperkuat daya saing, iklim usaha akan semakin mendukung pemulihan ekonomi yang lebih kuat pada 2018.

Dari sisi konsumsi 2018 menurut Dodi, peningkatan alokasi belanja barang, Bansos, dana desa dan lainnya terkait dana sosial dalam APBN 2018 diyakini akan meningkatkan pendapatan masyarakat dan kemampuan berkonsumsi.

"Dukungan konsumsi juga ditunjukkan dari upaya BI untuk tetap menjaga inflasi rendah dan stabil," katanya

Meski begitu, Doddy mengungkapkan, BI memproyeksikan inflasi masih dalam kisaran 3,5 +/- 1% (mid poin 3,5%). Sehingga akan semakin meningkatkan daya beli masyarakat untuk berkonsumsi lebih besar. 

"Even-even besar yang bersifat internasional dan politik diharapkan memperbesar konsumsi masyarakat sehingga positif bagi growth 2018, " ucapnya.

Lebih lanjut, dia menambahkan,  permasalahan confidence yang kurang,  khususnya pada kelompok kelas menengah atas sengaja menahan spendingnya diharapkan akan berangsur membaik, hal ini didasari kegiatan ekonomi yang terus membaik di tahun 2018. 

"Konsolidasi korporasi diharapkan bertahap selesai sehingga akan memperbesar belanja capex untuk memperbesar investasi, " jelasnya. 


Reporter: MEF 

Editor : Sandika Prihatnala

Sandika Prihatnala
11-02-2018 19:48