Main Menu

Kemenpar Jaring Transaksi Rp 13 Milyar dari ITTE 2018 Filipina

Fahrio Rizaldi A.
13-02-2018 14:22

Pengunjung mengantri di boot Kemenpar saat mengikuti International Travel and Trade Expo (ITTE) 2018 di Filipina. (Dok. Kemenpar/FT02)

Jakarta, Gatra.com - Kementerian Pariwisata (Kemenpar) kembali menjaring wisatawan kawasan Asia Tenggara. Caranya, Kemenpar mengikuti International Travel and Trade Expo (ITTE) 2018 di Filipina. Melalui event itu, Kemenpar mendapatkan potensi transaksi pariwisata sebesar Rp 13,6 milyar.


Angka ini termasuk fantastis mengingat pameran bersifat business to business (B to B) yang hanya berlangsung selama dua hari, yaitu pada 9-10 Februari 2018 lalu di SMX Convention Center, Filipina.
 
"Kami sangat bersyukur dengan raihan ini. Potensi yang masih bersifat prediksi ini memunculkan nominal total keseluruhan selama kegiatan ITTE sejumlah Rp 13,650 milyar dengan rincian 179 appointment dan 7,357 pax. Semoga ini merupakan indikasi pasar Filipina terus meningkat di tahun 2018 ini," ujar Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kemenpar, I Gde Pitana dalam keterangan tertulis, Selasa (13/2).

Sementara itu, Kepala Bidang Area III Asdep Regional III Kemenpar, Erwita Dianti mengatakan, angka itu muncul berdasarkan laporan bisnis yang diisi oleh para peserta pameran. Laporan itu diisi saat peserta melakukan kesepakatan dengan para konsumen maupun pengunjung.

Dalam catatan bisnis itu terlihat, pada hari pertama ada sejumlah potensi transaksi sebesar Rp 8,1 milyar, dengan rincian 91 appointment, dan 4.150 pax. Di hari ke dua, didapatkan potensi transaksi sebesar Rp 5.550 milyar dengan rincian 88 appointment, dan 3.252 pax.

"Dari hasil business form report juga muncul data bahwa destinasi yang diminati oleh wisatawan asal Filipina adalah Bali, Yogyakarta dan Jakarta. Ini data yang siap akan kami tindaklanjuti dan kembangkan dengan baik," jelas Dianti.

Saat mengikuti pameran di Filipina, Kemenpar telah melakukan perjanjian dengan pihak buyer sebelum ITTE dimulai. Kemenpar juga menyajikan gerai pelayanan, dan coffee corner.

ITTE 2018 merupakan pameran yang diselenggarakan oleh Philippine Travel Agencies Association (PTAA). Kemenpar menyewa tujuh booth untuk tujuh industri yang diboyong ke negara tetangga itu. Mereka adalah, B Hotel Bali & Spa, PT Aneka Kartika Tours & Travel Services, PT Wisata Indah Nasional/Bali Aqua, The Bali Dream Villa Seminyak, True Bali Experience, Dwidaya Wisata Indonesia (Dwidaya Tour), dan Diorama Travel Management.

Menteri Pariwisata Arief Yahya meminta kepada semua pihak untuk terus bersatu padu memajukan Pariwisata. Industri harus terus menjaga para kliennya agar tetap bahagia dan nyaman untuk datang ke Indonesia. Tawarkan destinasi yang tepat, segmen yang pas, dan jangan sampai wisatawan kecewa.

Apalagi, seperti diketahui, Kemenpar saat ini sedang memperluas semangat Indonesia Incorporated. Kemenpar bersama semua stakeholder pariwisata telah sepakat menjadikan 2018 sebagai tahun kunjungan wisatawan mancanegara (wisman). Labelnya Visit Wonderful Indonesia 2018 (ViWI 2018), dengan harapan tahun 2018 bisa menjadi tahun yang baik bagi pariwisata.

Tahun 2018, target kunjungan wisman naik menjadi 17 juta wisman dibandingkan tahun 2017 yang sebesar 15 juta. Program ViWI 2018 ditargetkan akan mendatangkan 15% dari target 17 juta wisman tersebut (2,5 juta wisman). ViWI 2018 akan digelar serentak di sejumlah daerah diawali dengan program tiga bulan pertama tahun 2018.

"Pemerintah daerah berkomitmen mendukung kelancaran ViWI 2018. Antara lain, dengan mempermudah regulasi dan memberikan insentif bagi pelaku pariwisata lokal, serta berkomitmen atas penyelenggaraan event dan tersedianya destinasi yang ramah dan aman, kita harus bisa merealisasikan target ini," tukas Arief Yahya.


Reporter: Rizaldi Abror
Editor: Arief Prasetyo

Fahrio Rizaldi A.
13-02-2018 14:22