Main Menu

Budi Karya: Serapan Sektor Perhubungan Belum Maksimal

Fahrio Rizaldi A.
14-02-2018 15:48

Menteri Perhubungan (menhub) Budi Karya Sumadi. (Dok. Twitter/@BudiKaryaS/FT02)

Jakarta, Gatra.com - Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi menilai penerimaan pajak sektor perhubungan belum maksimal. Budi Karya mengaku belum puas atas pencapaian Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dari sektor di bawah pengelolaannya.


Kemenhub mencatat penerimaan PNBP sepanjang tahun 2017 mencapai Rp 7,2 trilyun, meningkat sebanyak 6,6% dari tahun 2016. "Kami memiliki kewajiban PNBP. Kenaikan itu saya pikir baik, tapi belum membanggakan, tahun 2018 rencananya naik sebesar 6,80 persen," jelas Budi Karya, Selasa (13/2) di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan.

Saat ini, kata Budi Karya, masih banyak potensi yang bisa digali Kemenhub untuk meningkatkan PNBP itu. Sektor kelautan dan udara, masih bisa mendapatkan potensi PNBP dari tarif yang disesuaikan.

"Beberapa tempat seperti bandara, charge (tarif)-nya jauh dari yang diberikan Pelindo. Dirjen Udara dan Dirjen Laut sebaiknya mengevaluasi tarif. Sebaliknya, tarif untuk anak sekolah jangan terlalu agresif," urainya.

Kinerja di tahun 2018, kata Menhub, harus lebih baik dibandingkan tahun 2017 lalu. Tahun ini, Kemenhub hanya mendapatkan alokasi anggaran sebesar Rp 45,2 trilyun, jumlah ini berkurang dari tahun 2017 yang dialokasikan sebesar Rp 47 trilyun.

Satu di antara indikator PNBP adalah penyerapan anggaran. Sebagai instansi yang memiliki anggaran cukup besar, menurut Budi Karya serapan anggaran Kemenhub dalam 10 tahun terakhir belum pernah menyentuh 90%.

"Kami menargetkan itu jadi bahan evaluasi. Serapan anggaran kita tahun ini bisa 90% bahkan lebih," tukas Budi Karya.


Reporter: Rizaldi Abror
Editor: Arief Prasetyo

Fahrio Rizaldi A.
14-02-2018 15:48