Main Menu

BI Perpanjang Bilateral Swap Arrangement dengan Jepang

Aulia Putri Pandamsari
04-05-2018 20:12

Ilustrasi Bank Indonesia.(GATRA/Ardi Widi Yansah/re1)

 

Jakarta, Gatra.com - Bank Indonesia menyepakati rencana amandemen kerja sama bilateral swap arrangement (BSA) dengan Kementerian Keuangan Jepang. Perjanjian kerja sama BSA ini merupakan salah satu strategi yang dilakukan Bank Indonesia untuk menahan pelemahan rupiah.


Amandemen tersebut memungkinkan Indonesia untuk melakukan swap rupiah dengan yen Jepang sebagai tambahan fasilitas swap rupiah dengan dollar Amerika Serikat yang tersedia pada perjanjian BSA yang berlaku saat ini.


"Kesepakatan amandemen BSA ini merupakan penguatan atas BSA sebelumnya terutama dari sisi fleksibilitas mata uang yang dapat digunakan. Bank Indonesia dapat melakukan penarikan dalam yen dan ini memberikan fleksibilitas untuk menggunakan non-dollar," ujar Kepala Departemen Internasional Bank Indonesia, Doddy Zulverdi di kantornya, pada Jumat (4/5).


Perjanjian kerja sama BSA kali ini merupakan perpanjangan dari kerja sama yang telah dilakukan sebelumnya. Kerja sama BSA pertama kali ditandatangani pada 17 Februari 2003 dan beberapa kali diperpanjang. Perjanjian BSA yang berlaku antara Jepang-Indonesia saat ini disepakati pada 12 Desember 2016 dan akan berakhir 12 Desember 2019. Adapun total nilai kerja sama ini adalah US$22,76 Milyar.


Penguatan BSA, kata Doddy juga merupakan bentuk nyata BI dalam menjaga dan memelihara stabilitas nilai tukar rupiah. Jumlah cadangan devisa Indonesia saat ini sekitar US$126 milyar ( posisi Maret 2018). Jumlah tersebut masih di atas kecukupan internasional (sekitar 3 bulan impor). "Diharapkan BSA ini akan memperkuat ruang gerak BI dalam menjaga stabilitas rupiah dan meningkatkan kepercayaan pelaku ekonomi terhadap stabilitas makro Indonesia," tambah Doddy.


Reporter: Aulia Putri Pandamsari

Editor: Hendri Firzani

Aulia Putri Pandamsari
04-05-2018 20:12