Main Menu

Dari April Sampai Lebaran, Warga Jogja Tarik Rp 7,9 Trilyun

Mukhlison Sri Widodo
17-05-2018 20:21

Kepala BI Yogyakarta Budi Hanoto.(GATRA/Arif Koes/re1)

Yogyakarta, Gatra.com - Bank Indonesia (BI) Yogyakarta mengestimasi penarikan uang oleh masyarakat dari April sampai Lebaran 2018 menembus angka Rp 7,9 trilyun. 

 

Jumlah itu naik Rp 2,4 trilyun dari realisasi periode yang sama tahun lalu.

Kepala BI Yogyakarta Budi Hanoto mengatakan estimasi jumlah penarikan ini dimulai sejak 10 April  hingga Lebaran di Juni nanti.

“Estimasi ini kami dasarkan dari beberapa perhitungan. Salah satunya adalah perilaku uang kartal saat menjelang Lebaran dan libur panjang,” jelas Budi, Kamis (17/5).

Data BI menggambarkan selama Lebaran atau libur panjang muncul kebiasaan penarikan uang oleh masyarakat secara besar-besaran. 

Tahun ini, dengan estimasi ekonomi kenaikan pendapatan domestik bruto masyarakat (PDRB) dan inflansi, angka Rp7,2 trilyun ini lebih tinggi dibandingkan tahun lalu yang Rp 5,7 trilyun.

"Termasuk estimasi dari permintaan BPR. BPR tidak bisa langsung ke BI karena tidak memiliki rekening di BI, tetapi ke bank umum lain,"paparnya.

Sebagai antisipasi tradisi tahunan menukar uang baru menjelang lebaran, tahun ini BI mencadangkan Rp 800 milyar uang pecahan Rp 20 ribu, Rp 10 ribu, Rp 5 ribu dan Rp 2 ribu. Pecahan ini bisa diperoleh masyarakat dalam bentuk paketan nilai tertentu.

Untuk penyaluran penukaran uang, BI Yogyakarta bekerja sama dengan 40 bank di 66 lokasi layanan kas. 

Selain itu juga akan ada loket-loket keliling untuk masyarakat pelosok.

“Khusus loket keliling, akan ada 129 titik yang kami jangkau. Loket keliling akan beroperasi satu bulan penuh mulai 11 Mei sampai 11 Juni,” kata Budi.

Nantinya setiap orang hanya boleh menukarkan uang maksimal Rp3,7 juta dan wajib melampirkan kartu identitas diri saat transaksi.


Reporter : Arif Koes
Editor : Mukhlison

Mukhlison Sri Widodo
17-05-2018 20:21