Main Menu

Dolar Menguat, Ketua DPR Desak Pemerintah Bertindak

Ervan
30-06-2018 10:16

Mata uang dolar. (dok. Gatra/Abdul Malik MSN/FT02)

 

Jakarta, Gatra.com - Ketua DPR RI Bambang Soesatyo mendesak sejumlah lembaga negara dan kementerian untuk bertindak mengatasi merosotnya nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD).

Berdasarkan penutupan pekan ini, kurs Rupiah terhadap USD di Bank Indonesia berada di Rp14.332 per USD. Sementara di Pasar Spot‎, ada di level Rp14.303 per USD.

Bamsoet menyebut hal ini bisa dipahami, mengingat merosotnya nilai tukar Rupiah terhadap USD itu dipengaruhi beberapa hal termasuk faktor eksternal. Sebut saja seperti perang dagang AS dan China yang semakin meningkat, hambatan perdagangan di India dan Uni Eropa, serta kenaikan harga minyak mentah dunia.

Baginya, harus ada sejumlah hal yang harus dilakukan oleh sejumlah lembaga negara menyangkut masalah itu. Poin pertama adalah sinergi Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dan Bank Indonesia (BI) sebagai pemegang otoritas fiskal serta moneter. "Kemenkeu dan BI harus berkomitmen dalam menyiapkan solusi dan langkah-langkah mitigasi agar pergerakan kurs dapat kembali normal serta lebih cermat mengawasi berbagai aspek yang mempengaruhi," kata Bamsoet, Jumat (29/6).

Politisi Golkar itu menekankan agar kedua lembaga ini wajib mengingatkan diri sendiri bahwa stabilitas nilai tukar menjadi suatu hal yang penting. Dia berharap Komisi XI DPR yang membidangi masalah keuangan secepat mungkin mengontak mitra kerjanya itu untuk segera bergerak.

‎Selain itu, Bamsoet juga mendorong Kementerian Perdagangan (Kemendag) untuk memberikan insentif ekspor. Baginya, hal demikian perlu dilakukan guna mendapatkan surplus perdagangan dan mengurangi neraca keseimbangan primer negatif.

Di sisi lain, Bamsoet berharap juga ada langkah dari Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM). Baginya, lembaga itu harus lebih proaktif dan progresif dalam melakukan hubungan kerjasama bilateral dan multilateral dengan negara-negara maju. Utamanya agar para pengusaha mereka datang menanamkan modalnya di Indonesia.

Kata Bamsoet, hal ini guna meningkatkan investasi ke dalam negeri. Arus modal masuk akan membantu memperbaiki nilai tukar Rupiah."Saya mengharapkan agar komisi di DPR terkait, seperti Komisi VI agar mengingatkan lembaga terkait mengenai masalah ini," ucapnya.




Reporter: Ervan Bayu
Editor : Flora L.Y. Barus

 

a

 

 

Ervan
30-06-2018 10:16