Main Menu

Legislator Gerindra Pertanyakan Urgensi Utang Indonesia ke Bank Dunia

Wem Fernandez
01-07-2018 20:17

Politisi Partai Gerindra Nizar Zahro (nizarzahro.com/yus4)

 

Jakarta, Gatra.com - Politisi Partai Gerindra Nizar Zahro mempertanyakan urgensi utang yang dilakukan oleh pemerintah. Utang ini diberikan menyusul persetujuan Dewan Direksi Eksekutif Bank Dunia dalam memberikan pinjaman baru senilai US$ 300 juta atau setara Rp 4,2 trilyun (kurs Rp14.000) yang akan mendukung pemerintah Indonesia dalam melakukan reformasi.

"Utang ini peruntukannya untuk apa dan manfaatnya untuk apa? Jangan mengelola negara dengan mengandalkan utang. Kalau hanya mengandalkan utang dan tidak melakukan kreativitas untuk meningkatkan sumber pemasukan APBN, semua orang bisa menjadi Presiden. Tidak perlu Jokowi," tegasnya di Jakarta, Minggu (1/7).

Anggota Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) ini juga merasa aneh menyusul tujuan utang tersebut guna menopang program reformasi maritim di Indonesia. Padahal, hingga tahun keempat pemerintahan Joko Widodo, tidak ada terobosan baru dan progresif. Poros maritim hanya gagasan melangit yang tidak terealisasi.

"Karena itulah utang ini harus disoroti bersama. Jangan sampai hanya jadi lahan baru korupsi yang dilakukan oleh oknum- oknum tertentu," ungkap Nizar.

Nizar juga mengkritik hutang negara yang terus meningkat. Berdasarkan data dari Bank Indonesia (BI), utang luar negeri Indonesia pada akhir Januari 2018 meningkat 10,3% menjadi 357,5 milyar dollar AS atau sekitar Rp 4.915 trilyun (kurs Rp 13.750 per dollar AS).

"Padahal saat kampanye pilpres tahun 2014 lalu, pihak Jokowi berjanji akan menolak utang luar negeri. Tapi, kenyataannya justru sebaliknya," kata Nizar.


Reporter: Wem Fernandez 
Editor: Iwan Sutiawan

Wem Fernandez
01-07-2018 20:17