Main Menu

Bank Indonesia Sebut Konversi Devisa Hasil Ekspor Akan Perkuat Rupiah

Hendry Roris P. Sianturi
09-08-2018 00:34

Ilustrasi.(ANTARA/re1)

Jakarta, Gatra.com - Jika permintaan meningkat dan suplai terbatas, maka harga akan meningkat. Ini juga berlaku pada Dolar Amerika Serika (USD). Eksportir yang enggan membawa Devisa Hasil Ekspor (DHE) dalam bentuk valuta asing (valas) dan mengkonversinya, justru akan melemahkan rupiah karena keterbatasan dolar di pasar.


Direktur Departemen Statistik Bank Indonesia, Tutuk Cahyono mengatakan jika permintaan rupiah meningkat, maka nilai tukarnya akan terkerek. “Kan nilai tukar itu terkait suplai dan demand. Kalau permintaan rupiah tinggi, maka nilai tukar menguat. Sementara kebutuhan dolar saat ini semakin tinggi. Dengan adanya konversi DHE ini, nilai tukar kita bisa naik,” katanya di Jakarta Pusat, Rabu (8/8).

Tutuk juga mengatakan, penarikan DHE ke dalam negeri dapat meningkatkan cadangan devisa negara. Pasalnya sejak awal tahun sampai sekarang, cadangan devisa semakin tergerus. “Devisa itu harus diterima bank domestic dalam negeri. Untuk meningkatkan suplai valas. Sekarang ini kan lagi banyak dibutuhkan untuk kebutuhan impor dan membayar hutang,” katanya.

Tutuk tidak menampik konsekuensi akibat rezim devisa bebas yang diterapkan pemerintah. Pemerintah tidak bisa memaksa seluruh DHE kembali ke dalam negeri. “Tapi negara kan sekarang lagi membutuhkan banyak. Lebih bagus pengusaha itu sama-sama membantu negara ini lebih menstabilkan,” ujarnya.

Bank Indonesia mencatat, cadangan devisa bulan Januari 2018 sebesar US$ 131,9 milyar. Tiap bulan terus mengalami penurunan. Hingga bulan Juli 2018, cadangan devisa tercatat sebesar US$ 118,30 milyar.


Reporter: Hendry Roris Sianturi
Editor: Arief Prasetyo

Hendry Roris P. Sianturi
09-08-2018 00:34