Main Menu

Perry: Dampak Nilai Tukar Terhadap Inflasi Terkendali

Sandika Prihatnala
24-08-2018 13:48

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo (ANTARA/Sigid Kurniawan/FT02)

Jakarta, Gatra.com - Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo yakin penurunan nilai tukar rupiah belum berdampak pada inflasi. Ia mengatakan, strategi pemerintah dengan BI dalam jangka pendek fokus menjaga inflasi pada sektor pangan. Seperti misalnya, menjaga cadangan daging, telur ayam ras, dan terutama kerjasama pusat dan daerah.

 

Ia menambahkan, inflasi terkendali karena secara year to date pelemahan nilai tukar rupiah sebesar 7% lebih baik dibandingkan negara lainya seperti India 9% pelemahan mata uangnya, South Africa 13%, Brazil 18%, ataupun Turkey yang menyentuh 40 %.

"Stabilitas jangan lihat rupiah sendiri. Tapi bandingkan dengan yang lain. Jadi stabilitas nilai tukar year to date rendah," katanya kepada wartawan, usai menghadiri High Level Meeting Tim Pengendali Inflasi Pusat (TPIP) di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Jumat (24/08).

Faktor kedua menurutnya,  bahwa tingkat agregat supply pangan lebih besar daripada tingkat permintaan barang atau biasa disebut kesenjangan output yang negatif.  "Meskipun ekonomi kita naik, kita masih berada dibawah kapasitas produksi nasional," ujarnya.

Selanjutnya, kata Perry, ekspektasi itu terjangka secara baik. Hal ini tercermin dari survey ekspektasi konsumen, survey kegiatan dunia usaha, ekspektasi terjangka inflasi berada dikisaran 3,5% untuk tahun 2018 dan 2019. 

"Sehingga menegaskan kembali infasli tahun ini dan depan rendah 3,5%. Plus minus 1," ucapnya.

Untuk jangka menengah panjangnya, lanjutnya, pemerintah  memfokuskan 4 K.  Yakni, keterjangkuan harga, ketersedian pasokan, kelancaran distribusi maupun kordinasi maupun kordinasi yang efektif. Dengan fokus, dua hal untuk memastikan pasokan yakni dengan optimalisasi sarana produksi pertanian sampe infrastruktur pasca panen.  Juga kelancaran distribusi barang.  

"Itu fokus yang terus dilakukan. Termasuk di dalamnya perdagangan antar daerah. Menjadi rencana program kerja tpi pusat dan daerah," katanya lagi.


Reporter : MEF

Editor : Sandika Prihatnala

Sandika Prihatnala
24-08-2018 13:48