Main Menu

Menteri Jonan: Pertamina Keliru Jual Avtur Terlalu Mahal!

Januar
14-09-2015 17:29

Bahan bakar avtur (ANTARA/Widodo S Jusuf)

Jakarta, GATRAnews - Harga bahan bakar avtur Pertamina lebih tinggi 20% dari biaya seharusnya. Hal ini terjadi ketidakefesiensian yang dilakukan Pertamina memproduksi avtur. Pertamina beralasan tingginya harga avtur karena kilang tua dan kena pajak, margin yang didapat kemudian dialokasikan demi menutup kerugian penjualan avtur di bandara-bandara kecil di pelosok daerah, tidak tepat.

Menanggapi pernyataan tersebut, Menteri Perhubungan mengatakan Pertamina seharusnya dapat mengefesiensikan produksi avtur sehingga harga jualnya dapat lebih murah. "Begini, saya pikir statement Pertamina itu saya kira enggak bener. Karena BUMN itu tidak semata-mata ditujukan hanya untuk mencari keuntungan tapi juga sebagai pembangunan dong," kata Jonan di Gedung BPPT, Senin (14/9).

Jonan juga menjelaskan Kemenhub sebenarnya telah memberikan insentif berupa pembebasan biaya pada pemasangan instalasi avtur milik Pertamina di bandar udara. "Di bandara-bandara kecil milik Kemenhub kan juga pasang instalasi saja enggak pernah bayar kok. Gak ada PNBP-nya ke perhubungan (Kemenhub)," kata Jonan.

Menurut Jonan, biaya avtur sangat tinggi bagi perusahaan maskapai nasional. Ia memperkirakan rata-rata biaya avtur dalam operasional maskapai mencapai 50%. Ia menilai kondisi ini menghambat daya saing maskapai nasional dibanding maskapai internasional.

Untuk itu, ia mengatakan akan terbuka kesempatan bagi produsen migas untuk menempati bandara nasional menggantikan Pertamina. "Kalau nanti misalnya Pertamina mau cabut, ya saya masukin saja yang bukan Pertamina di bandara-bandara (Kemenhub)," kata Jonan.


Reporter: Januar Rizki

Editor: Nur Hidayat

Januar
14-09-2015 17:29