Main Menu

AP II Setuju Pertamina Harus Jual Avtur Lebih Murah

Januar
14-09-2015 17:43

Bahan bakar Avtur (ANTARA/Widodo S Jusuf)

Jakarta, GATRAnews - PT Angkasa Pura II (Persero), operator 13 bandara di kawasan Barat Indonesia, menilai penurunan harga avtur untuk penerbangan dapat meningkatkan daya saing Indonesia di kawasan Asean. Untuk itu, Pertamina dinilai perlu melakukan evaluasi mengenai penjualan avtur agar jauh lebih efesien dari saat ini.

"Kami jelas mendukung tarif avtur yang lebih kompetitif karena hal tersebut dapat mendorong pertumbuhan industri penerbangan nasional khususnya meningkatkan daya saing bandara di dalam negeri dan maskapai nasional," kata Director of Commercial PT Angkasa Pura II (Persero) Faik Fahmi, Senin (14/9). Pendistribusian avtur sendiri merupakan kerjasama PT Angkasa Pura II (Persero) dengan Pertamina selaku penyedia avtur telah disepakati adanya throughput fee atau konsesi.

Throughput fee ini dibayarkan oleh Pertamina karena fasilitas yang diberikan PT Angkasa Pura II (Persero) hingga avtur dapat sampai ke pesawat. Melalui ketentuan throughput fee diatur setiap liter avtur yang terdistribusi, maka Pertamina harus membayar Rp 33/liter di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, lalu Rp 10/liter di Bandara Internasional Kualanamu, dan bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang, Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru, Bandara Halim Perdanakusuma Rp 5/liter. "Nilai throughput fee tersebut jelas sangat kecil porsinya apabila dibandingkan dengan total tarif avtur per liter yang dijual ke maskapai," kata Faik.

Adapun di antara 13 bandara PT Angkasa Pura II (Persero), masih terdapat beberapa bandara yang belum dikenai throughput fee, yakni Bandara Husein Sastranegara (Bandung), Supadio (Pontianak), Sultan Thaha (Jambi), Depati Amir (Pangkalpinang), Raja Haji Fisabilillah (Tanjung Pinang), Silangit (Tapanuli Utara), dan Sultan Iskandar Muda (Aceh).

Perlu ditambahkan bahwa PT Angkasa Pura II (Persero) juga memiliki berbagai fasilitas guna mendukung kelancaran pengisian avtur ke pesawat sehingga operasional penerbangan tidak terganggu. Di Bandara Internasional Soekarno-Hatta sendiri terdapat fasilitas yang disediakan AP II berhubungan pendistribusian avtur.

Terdapat tiga wilayah, pertama lahan di luar dan dalam wilayah bandara atau jalur pipa untuk ke Depot Pengisian Pesawat Udara atau DPPU di dalam bandara. Kemudian, lahan di bandara untuk area tempat penyimpanan atau storage tank avtur sebanyak 6 unit. Lalu, lahan di bandara untuk jalur pipa distribusi dan pipa distribusi serta Hydran Pit.


Reporter: Januar Rizki

Editor: Nur Hidayat

Januar
14-09-2015 17:43