Main Menu

BKPM: Investasi Timur Tengah Masih Kecil

Januar
14-09-2015 17:39

Kepala BKPM Franky Sibarani (GATRA/Eva Agriana)

Jakarta, GATRAnews - Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Franky Sibarani menyatakan kunjungan Presiden Jokowi ke tiga negara Timur Tengah, akan meningkatkan investasi negara-negara tersebut di Indonesia. Menurutnya, saat ini tren investasi negara Timur Tengah, khususnya Persatuan Emirat Arab (PEA), meningkat walupun secara nilai masih relatif lebih kecil dibandingkan negara lainnya seperti Jepang dan Korea Selatan.

“Jika melihat nilai realisasi investasi dan pengajuan Izin Prinsip dari Persatuan Emirat Arab terlihat ada peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya. Memang harus diakui, nilai investasi negara Timur Tengah ke Indonesia masih relatif kecil, apabila dibandingkan dengan negara-negara Asia Timur seperti Jepang dan Korea Selatan. Kunjungan Presiden Jokowi saat ini diharapkan dapat meningkatkan minat investasi mereka ke Indonesia,” kata Franky, Senin (14/9).

Menurut data BKPM, realisasi investasi PEA di Indonesia pada semester I 2015 sebesar US$ 13,61 juta, naik beberapa kali lipat dibandingkan investasi pada semester I 2014 yang sebesar US$ 1,57 juta. Nilai realisasi investasi PEA secara keseluruhan periode 2010-2015 pada Semester 1 mencapai US$ 107,4 juta, di luar sektor keuangan dan hulu migas.

Sedangkan pengajuan I Prinsip dari Persatuan Emirat Arab periode Januari-Agustus 2015 sebesar US$ 199,80 Juta, naik 216% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar US$ 64,9 Juta.

Sementara itu, BKPM juga mencatat nilai realisasi investasi kawasan Timur Tengah di Indonesia periode 2010-2015 pada semester 1 berjumlah US$ 440 juta, di luar sektor keuangan dan hulu migas. Investasi tersebut terdiri atas 235 proyek yang menyerap lebih dari 6.000 tenaga kerja langsung. Nilai realisasi investasi kawasan Timur Tengah di Indonesia dalam lima tahun terakhir tumbuh rata-rata 49% per tahun.

“Nilai realisasi investasi tersebut masih jauh dari potensi kerja sama antara Indonesia dan negara-negara Timur Tengah. Nilai investasi asing dari kawasan Timur Tengah di dunia periode 2010-2015 pada Semester 1 mencapai US$ 180 miliar, sehingga potensi investasi dari negara- negara Timur Tengah masih cukup besar,” kata Franky.

Ia menambahkan, BKPM akan memaksimalkan keberadaan kantor perwakilan di Abu Dhabi untuk memasarkan potensi investasi Indonesia di negara-negara Timur Tengah. “Terlebih sektor utama tujuan investasi negara-negara Timur Tengah, sebenarnya sejalan dengan sektor prioritas kita, terutama properti untuk pengembangan kawasan ekonomi khusus dan kawasan industri, industri pengolahan migas dan mineral, pengembangan kawasan wisata, serta energi terbarukan,” katanya.


Reporter: Januar Rizki

Editor: Nur Hidayat

Januar
14-09-2015 17:39