Main Menu

Kardaya: Harga BBM Sudah Pantas Turun

Januar
17-09-2015 11:10

Bahan bakar minyak (ANTARA/Andika Wahyu)

Jakarta, GATRAnews - Ketua Anggota Komisi VII DPR RI, Kardaya Warnika mengatakan harga bahan bakar minyak (BBM) saat ini sudah saatnya turun. Kondisi ini untuk menyesuaikan dengan harga minyak mentah yang sudah turun hingga di bawah US$ 50 per barel.

 

 

"Tarif listrik sudah turun dengan alasan harga minyak turun. Tetapi kenapa BBM tidak turun. Perlu ada transparansi di sini," kata Kardaya saat dijumpai dalam acara Kebijakan Energi Nasional 2050 di Jakarta, Kamis (17/9).

 

Kardaya menjelaskan beberapa negara seperti Malaysia dan Singapura sudah menurunkan harga BBM. Pemerintah sudah seharusnya melakukan peninjauan kembali berapa besaran penurunan harga BBM tersebut.

 

Kardaya mengatakan tingginya harga BBM semakin memberatkan ekonomi masyarakat yang saat ini melemah. Turunnya harga BBM akan meningkatkan daya beli masyarakat nantinya.

 

Ia mengalkulasi harga BBM jenis premium, solar dan minyak tanah yang ditetapkan pemerintah saat ini menggunakan asumsi BBM seharga US$ 60 barel. Sedangkan harga minyak mentah saat ini berada di kisaran US$ 45 per barel. 

 

"Harga minyaknya sudah turun jadi US$ 45 per barel atau turun hingga 27%. Sudah seharusnya harga BBM itu turun," kata Kardaya.

 

Ia menambahkan meskipun terjadi pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS, pelemahan tersebut tidak sebesar penurunan harga BBM yang terjadi. "Kalau harga minyak turun 27%, nilai tukar turunnya kan 13%. Harga minyak turunnya jauh melebihi Rupiah," kata Kardaya.

 

Selain itu, Kardaya mengatakan untuk menutup kerugian Pertamina jangan dibebankan langsung kepada masyarakat. "Itu adalah penugasan. Harusnya ada PSO yang diberikan. Ditutupi dengan membebankan kepada rakyat yang harus menanggung saya kira itu bukan jalannya," kata Kardaya.

 

Saat ini, harga jenis bensin Premium Ron 88 di wilayah penugasan luar Jawa-Madura-Bali, jenis minyak Solar subsidi, dan minyak tanah. Dengan begitu, harga premium akan tetap Rp 7.300/liter, minyak solar subsidi RP 6.900/liter, dan harga minyak tanah Rp 2.500/liter.


 

Reporter: Januar Rizki

Editor: Dani Hamdani 

Januar
17-09-2015 11:10