Main Menu

Harga Minyak Merosot Setelah Fed Batalkan Kenaikan Suku Bunga

Dani Hamdani
18-09-2015 08:14

Federal Reserve (AFP/Karen Bleier)

New York, GATRANews - Harga minyak dunia merosot pada Kamis (Jumat pagi WIB), karena para pedagang mempertimbangkan keputusan Federal Reserve untuk memutuskan tidak menaikan suku bunga.

 

Patokan AS, minyak mentah light sweet atau West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Oktober, turun 25 sen menjadi ditutup pada 46,90 dolar AS per barel di New York Mercantile Exchange.

 

Patokan Eropa, minyak mentah Brent untuk pengiriman November, kehilangan 67 sen menjadi menetap di 49,08 dolar AS per barel di perdagangan London.

 

The Fed, setelah pertemuan kebijakan dua hari, mempertahankan suku bunga acuan federal fund tidak berubah pada nol-0,25 persen, memilih menentang kenaikan suku bunga pertamanya dalam sembilan tahun. Sementara Fed menyatakan keyakinannya dalam pemulihan AS, pihaknya mengutip kekhawatiran tentang kondisi-kondisi luar negeri.

 

"Perkembangan ekonomi dan keuangan global terbaru mungkin sedikit menahan kegiatan ekonomi dan cenderung memberikan tekanan turun lebih lanjut pada inflasi dalam waktu dekat," kata The Fed seperti dikutip AFP.

 

Matt Smith, analis di ClipperData, mengatakan keputusan The Fed untuk menunda kenaikan suku bunga biasanya akan bullish untuk minyak mentah karena akan mendorong dolar lebih rendah terhadap mata uang lainnya. 

 

Melemahnya dolar mendorong permintaan minyak, karena minyak mentah yang dihargai dalam mata uang AS menjadi lebih murah bagi pemegang mata uang lainnya.

 

Tetapi Smith mengatakan keuntungan untuk minyak telah diganjal oleh pemikiran Fed tidak menaikkan suku bunga.

 

"Mereka mengangkat kekhawatiran atas perekonomian global, sehingga membuat keputusan berdasar pada alasan  yang lebih luas daripada yang pasar benar-benar bayangkan, dari perspektif tersebut, wajar mereka tidak menaikkan suku bunga," kata Smith seperti dilaporkan Antara. 

 

Beberapa pedagang juga mengambil keuntungan setelah harga minyak melonjak pada Rabu, ketika laporan pemerintah menunjukkan bahwa persediaan minyak mentah AS turun secara tak terduga pada pekan lalu.

 

Pasokan minyak mentah AS pekan lalu turun 2,1 juta barel menjadi 455,9 juta barel, 93,6 juta barel lebih besar dari setahun sebelumnya, menurut laporan mingguan Badan Informasi Energi AS (EIA).

 

Laporan menunjukkan, persediaan di Cushing, Oklahoma, titik pengiriman untuk kontrak AS juga turun 1,9 juta barel menjadi 54,5 juta barel.

 

Sementara itu, produksi minyak mentah AS turun 18.000 barel menjadi 9,117 juta barel per hari untuk minggu tersebut.


Editor: Dani Hamdani

Dani Hamdani
18-09-2015 08:14