Main Menu

Presiden Jokowi Berharap Harga Premium Masih Bisa Diturunkan

didi
01-10-2015 14:24

Bahan bakar minyak jenis Premium (ANTARA/Zabur Karuru)

Jakarta, GATRAnews - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta Pertamina menghitung kembali harga bahan bakar minyak (BBM), yang pada Rabu (30/9) kemarin, telah diumumkan Dirjen Minyak dan Gas Bumi I Nyoman Wiratmaja Kementerian ESDM, tidak berubah hingga Januari 2016 mendatang.

 

“Coba dihitung lagi. Meskipun kemarin sudah diumumkan oleh Menteri ESDM, tapi ini negara sedang membutuhkan. Tolong dihitung lagi, apakah masih mungkin yang namanya premium itu diturunkan meskipun sedikit,” kata Presiden Jokowi dikutip dari laman Setkab, Kamis (1/10).

 

Presiden Jokowi mengaku dirinya mengetahui, dan kemarin sudah dilapori kalau harga BBM yang berlaku sekarang masih minus dua persen dari harga keekonomian. “Tapi mungkin masih bisa diturunkan,” ujar Presiden.

 

Sebelumnya diumumkan Dirjen Minyak dan Gas Bumi I Nyoman Wiratmaja dalam keterangan pers di kantor Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Rabu (30/9) menyebutkan, tidak ada perubahan harga BBM, karena harga jual premium masih di bawah harga keekonomian sehingga PT Pertamina (Persero) masih merugi.

 

“Kami memutuskan harga BBM tetap. Pertimbangannya menjaga stabilitas dan memudahkan perencanaan ekonomi,” kata Wiratmaja seraya menyebutkan, nantinya harga BBM akan dikaji lagi setiap tiga bulan atau ditinjau ulang pada 1 Januari 2016.

 

Saat ini, harga Premium adalah Rp 7.300, dan Solar Rp 6.900. Sementara dengan mempertimbangkan rata-rata harga minyak dunia, dan nilai kurs rupiah terhadap dollar, serta harga indeks minyak Singapura (MOPS) dalam enam bulan terakhir, per 1 Oktober ini, harga rata-rata Premiun  seharusnya Rp 8.300/liter dan harga Solar Rp 6.750/liter.


Reporter: Didi Kurniawan

didi
01-10-2015 14:24