Main Menu

Presiden Panggil Dirut PLN dan Pertamina Minta Kaji Ulang Tarif Listrik dan BBM

Januar
01-10-2015 20:52

Presiden Joko Widodo (Antara/Widodo S. Jusuf)

Jakarta, GATRAnews - Presiden Joko Widodo meminta kepada dua BUMN, PT PLN dan Pertamina mengaji ulang tarif listrik dan BBM khususnya jenis Premium dan Solar. Pasalnya, turunnya harga minyak mentah seharunya diikuti penurunan tarif listrik dan BBM.

 

 

Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung mengataka Dirut PLN Sofyan Basyir dan Dirut Pertamina Dwi Sutjipto telah dipanggil Jokowi. “Presiden meminta untuk PLN, maupun Pertamina, dan Menteri Keuangan, serta Menko Perekonomian untuk menghitung kembali terutama BBM Premium dan Solar, serta listrik industri,” kata Pramono dalam keterangan persnya, Kamis (1/10) sore.

 

Ia mengatakan minggu depan sudah ada keputusan dari hasil evaluasi tersebut. “Tunggu sampai dengan minggu depan. Apakah perhitungannya itu memang ada yang bisa di-saving atau tidak, nanti akan kami umumkan,” kata Pramono.

 

Ia menyebutkan,  perhitungan mengenai harga BBM itu adalah bagian dari Paket kebijakan yang akan disampaikan minggu depan.

 

Sebelumnya Jokowi sudah meminta Pertamina menghitung kembali harga bahan bakar minyak (BBM dan telah diumumkan Dirjen Minyak dan Gas Bumi I Nyoman Wiratmaja Kementerian ESDM, tidak berubah hingga Januari 2016 mendatang.

 

“Coba dihitung lagi. Meskipun kemarin sudah diumumkan oleh Menteri ESDM, tapi ini negara sedang membutuhkan. Tolong dihitung lagi, apakah masih mungkin yang namanya premium itu diturunkan meskipun sedikit,” kata Jokowi saat memberikan pengantar pada rapat terbatas mengenai pemangkasan perizinan, di kantor Presiden, Jakarta, Kamis (1/10) siang.

 

Jokowi mengaku dirinya mengetahu harga BBM yang berlaku sekarang masih -2% dari harga keekonomian. “Tapi mungkin masih bisa diturunkan,” ujar Jokowi.

 

Sebelumnya Dirjen Minyak dan Gas Bumi I Nyoman Wiratmaja menyebutkan, tidak ada perubahan harga BBM karena harga jual premium masih di bawah harga keekonomian sehingga PT Pertamina (Persero) masih merugi.

 

“Kami memutuskan harga BBM tetap. Pertimbangannya menjaga stabilitas dan memudahkan perencanaan ekonomi,” kata Wiratmaja.

 

Saat ini, harga Premium adalah Rp 7.300, dan Solar Rp 6.900. Sementara dengan mempertimbangkan rata-rata harga minyak dunia, dan nilai kurs rupiah terhadap dollar, serta harga indeks minyak Singapura (MOPS) dalam enam bulan terakhir, per 1 Oktober ini, harga rata-rata Premiun  seharusnya Rp 8.300/liter dan harga Solar Rp 6.750/liter.


Reporter: Januar Rizki

Januar
01-10-2015 20:52