Main Menu

Rizal Ramli: Pelemahan Rupiah Peluang bagi Batik Indonesia

Tian Arief
03-10-2015 15:24

Batik Pekalongan (ANTARA/Saptono)

Jakarta, GATRAnews - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Sumber Daya Rizal Ramli menilai, pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS justru membuka kesempatan emas untuk meningkatkan penjualan batik Indonesia. Tingginya harga dolar AS saat ini, ujarnya, akan membuat batik cap asal Tiongkok jauh lebih mahal harganya ketimbang batik lokal.

"Dengan dolar AS mahal, batik Tiongkok akan lebih mahal. Ini kesempatan buat batik Indonesia," kata Rizal, saat pembukaan Tribute to Batik di sebuah mal di Blok M, Jakarta, Sabtu (3/10). Mantan Menko Perekonomian di era Presiden Abdurrahman Wahid itu mengatakan, batik cap asal Tiongkok memang masih banyak ditemukan di dalam negeri.

Jika bicara soal batik tulis, menurut Rizal, Indonesia tidak terkalahkan. "Kalau tulis, saya yakin nggak ada yang ngalahin Indonesia," tuturnya, seperti dilaporkan Antara.

Rizal mengatakan, batik punya kontribusi besar sebagai identitas nasional. Bahkan, Indonesia sudah begitu dikenal di seluruh dunia dengan produk batiknya. Batik Indonesia, lanjutnya, telah mengalami kemajuan yang luar biasa dalam 10 tahun terakhir. Hal itu terlihat baik dari variasi desain, motif maupun warna.

"Ada Renaissance (kebangkitan kembali). Warnanya yang tadinya tua gelap sekarang menjadi lebih berwarna, modern. Variasinya juga luar biasa," katanya.

Dia menambahkan, era kebangkitan batik Indonesia itu harus dimanfaatkan secara maksimal dengan terus melakukan inovasi sesuai keinginan pasar. "Kita harus bangga dengan batik, orang asing saja suka karena nyaman," katanya.


Editor: Tian Arief

Tian Arief
03-10-2015 15:24