Main Menu

Jokowi dan Najib Sepakati Bentuk CPOP atau 'OPEC' Minyak Sawit

Januar
12-10-2015 06:15

Presiden Joko Widodo (kanan) berjabat tangan dengan PM Malaysia Datuk Seri Najib Tun Razak (Antara/Widodo S. Jusuf)

Jakarta, GATRAnews - Indonesia bersama Malaysia menyepakati pembentukan  Dewan Negara-negara Penghasil Minyak Sawit (Council of Palm Oil Producing Countries / CPOP). Hasil tersebut diperoleh dari pertemuan antara Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan Perdana Menteri Malaysia Dato ‘Sri Najib Tun Razak beserta delegasinya di Istana Kepresidenan Bogor.

 

 

Jokowi menjelaskan kerja sama ini penting karena kedua negara merupakan produsen minyak sawit terbanyak di dunia. “Karena kita tahu 85% produksi palm oil adalah di Indonesia dan Malaysia,” kata Jokowi dalam keterangan persnya, Senin (12/10).‎‎

 

Kedua kepala pemerintahan juga sepakat membuat “Standar Global Baru Produksi Minyak Sawit Berkelanjutan”. Standar Global Baru merupakan hasil harmonisasi antara Standar Malaysia dan Standar Indonesia yang nantinya akan menjadi standar internasional baru di bidang industri minyak sawit dunia .

 

“Harmonisasi standar baru ini akan menjadi standar yang ramah lingkungan dan diharapkan memberi kesejahteraan kepada 4 juta petani sawit di Indonesia dan 500 ribu petani sawit di Malaysia,” kata Jokowi.

 

Selain itu keduanya juga sepakat untuk membangun Zona Ekonomi Hijau (Green Economic Zone / GEZ). Nanti, akan dibangun sebuah kawasan industri yang berkaitan dengan sawit yang  meningkatkan nilai tambah dan juga ingin mempreoduksikan produk bahan bakar ramah lingkungan.

 

Sementara PM Malaysia Najib Tun Razak mengatakan bahwa perwujudan kerjasama dalam bidang minyak sawit ini merupakan hal yang  formal dan konkrit, meski telah lama dibicarakan. “Bahkan sejak 2006 telah ada kesepakatan, tapi belum dapat diwujudkan,” ucap PM Najib.

 

Saat menerima kunjungan PM Malaysia itu, Presiden Jokowi didampingi oleh Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Rizal Ramli, Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno, Menteri Pertanian Amran Sulaiman, Menteri Perindustrian Saleh Husin dan Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki. 


 

Reporter: Januar Rizki 

Editor: Dani Hamdani 

Januar
12-10-2015 06:15