Main Menu

Ini Daftar Kerja Sama Indonesia-AS Hasil Lawatan Jokowi

Januar
27-10-2015 22:36

Presiden Joko Widodo bersama Presiden AS Barack Obama (Biro Pers Istana)

Jakarta, GATRAnews - Seusai bertemu dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama, di White House, Washington DC, Senin (26/10) siang waktu setempat atau Selasa (27/10) dinihari WIB, Presiden Joko Widodo Jokowi hadir di Kantor US Chamber of Commerce (Kamar Dagang AS) untuk menyaksikan kesepakatan bisnis para pengusaha Indonesia dan Amerika Serikat.

Kehadiran Presiden Jokowi disambut langsung oleh Presiden Kamar Dagang Tom Donohue, Presiden Dewan Bisnis AS (US ASEAN Business Council) Alex Feldman, dan Presiden UNISINDO Ambassador David Merril. Selain itu juga hadir 250 pengusaha dan pengambil kebijakan dari Indonesia dan Amerika Serikat (AS).

Kesepatan kerjasama atau deal business senilai US$ 20 miliar. 

Terdapat berbagai kerja sama bisnis antara Indonesia-US seperti di sektor energi, ketenagalistrikan hingga makanan dan minuman. Berikut daftar kerja sama antara kedua pihak dikutip dari situs sekretaris kabinet:

1. Perjanjian jual beli gas alam cair (LNG) antara Pertamina dan Corpus Christie Liquefaction senilai US$ 13 miliar, untuk pengiriman LNG ke FSRU Lampung bagi kebutuhan gas di wilayah barat Indonesia dan LNG Terminal untuk Indonesia Timur.

2. Ekspansi Phillip Morris sebesar US$ 1,9 miliar dollar AS untuk belanja modal dan penerbitan saham baru Sampoerna. Belanja modal tersebut untuk perluasan pabrik dan perkantoran serta investasi yang akan dilakukan dalam kurun waktu tahun 2016-2020.  

3. Coca Cola juga akan investasi US$ 500 juta untuk perluasan dan penambahan produksi, pergudangan, distribusi, dan infrastruktur minuman ringan selama 2015-2018.  

4. Rencana pengembangan lahan “shale gas” Eagle Ford, Fasken milik Swift Energy yang akan dilakukan oleh Saka Energi dengan Swift Energy di Webb County, Texas dengan nilai sebesar 175 juta dollar AS.

5. Kesepakatan bisnis antara PT PLN (Persero) dengan General Electric, yaitu antara PLN Gorontalo dengan General Electric dengan nilai sebesar US$ 100 juta untuk pembangunan 100 MW gas turbin dan cydepower di Gorontalo.

6. Kerja sama Universitas Udayana dengan Skychaser Energy untuk konservasi air dan reduce power consumption dengan nilai sebesar US$ 30 juta.

7. Kerja sama antara BNI syariah dengan Master card untuk peluncuran kartu debit haji dan umroh yang diselenggarakan oleh BNI Syariah dengan Master Card.

8. Antara PT PLN (Persero) dengan UPC Renewables senilai sebesar US$ 850 juta untuk pembangunan 350 MW Pembangkit Listrik Tenaga Bayu dalam waktu tiga tahun (2015-2018).  

9. Antara Cikarang Listrindo dengan General Electric nilai investasi sebesar US$600 juta untuk perluasan pembangunan pembangkit listrik (IPP).

10. Antara PT Indonesia Power dengan General Electric untuk pembangunan pembangkit di Jawa Tengah sebesar 700 MW senilai US$ 400 juta.

11. Antara PT PLN Batam (Persero) dengan General Electric senilai sebesar US$ 525 juta untuk pembangunan pembangkit bergerak (mobile) 500 MW di Mataram, Bangka, Tanjung Jabung, Pontianak, Lampung dan Sei Rotan.

12. Antara PT Kereta Api Indonesia dengan General Electric, senilai sebesar US$ 60 juta untuk perawatan 50 lokomotif selama 8 tahun.

13. Antara PT PLN (Persero) dengan Caterpillar senilai sebesar US$ 500 juta untuk proyek 2 GW pembangkit tenaga hibrid dan Proyek Solar PV+ energy storage untuk microgrid di daerah-daerah terpencil (500 pulau) dengan solusi pembiayaan initial capital investment melalui power purchase agreement dengan PLN.

14. Rencana perluasan investasi Cargill pada tahun 2015-2019 dengan nilai sebesar US$750 juta, dimana sebesar US$ 84 juta sudah direalisasikan sehingga investasi baru yang akan dilakukan sebesar US$ 666 juta.  

15. Pembangunan Remanufacturing Facility untuk Cylinder Head di Cileungsi, Bogor oleh Caterpillar senilai sebesar US$12 juta yang merupakan self signing.  

16. Kerja sama antara Perum Peruri dengan Crane Currency untuk pembangunan pabrik pengaman uang kertas yang akan dibangun di Karawang dengan nilai sebesar US$ 10 juta dan antara Perum PERURI dengan Jarden Zinc untuk pembangunan pabrik di Karawang dengan nilai sebesar US$ 30.

17. Kerja sama PT Pertamina dengan Bechtel corporation dalam kurun waktu 5 tahun untuk pembangunan dan pengembangan kilang dengan nilai transaksi US$ 800 juta.

18. Antara Kilat Wahana Jenggala dengan Hubbell Power Systems yaitu ekspansi pada existing plant yang memproduksi/assembly insulator transmisi polymer untuk distribusi listrik, menambah lokalisasi transmisi sebesar US$ 5-10 juta.  


Reporter: Januar Rizki

Editor: Nur Hidayat

 

Januar
27-10-2015 22:36