Main Menu

Pertama dalam 13 Tahun Pendapatan Apple Turun 13%

Dani Hamdani
27-04-2016 10:27

Ilustrasi Apple (Dok.ANTARA/re1)

Jakarta, GATRANews - Setelah terus tumbuh selama 13 tahun, akhirnya untuk pertama kalinya Apple melaporkan pendapatannya pada kwartal pertama 2016, turun sebesar 13%. Turunnya pendapatan ini karena anjloknya penjualan iPhone dan Ipad, terutama di China. Saham Apple anjlok 8%.

 

Raksasa Silicon Valley itu melaporkan kepada investor Selasa (26/4), pendapatan tiga bulanan (Januari-Maret) 'cuma' 50,6 miliar dolar AS.

 

Meski demikian Apple masih mengantongi keuntungan 10,5 miliar dolar AS (sekitar Rp 138 triliun) selama kuartal ini, angka yang bisa dilihat sebagai keberhasilan bagi kebanyakan perusahaan teknologi.

 

Namun itupun anjlok dibanding periode yang sama 2015, keuntungan Apple mencapai 13,57 miliar dollar AS (sekitar Rp. 178 triliun).

 

Menanggapi kinerja tersebut, CEO Apple Timothu D. Cook, menyatakan pelambatan tersebut hanya perhentian sementara, bukan perubahan fundamental bisnis perusahaan. "Masa depan Apple masih sangat cerah," ujarnya seperti dikutip The New York Times.

 

Namun para investor tidak terlalu yakin dengan ucapan Cook. Penurunan keuntungan sebesar 22% itu, US$ 10,5 miliar atau US$ 1,9 per lembar saham, membuat saham Apple pada penutupan Selasa jatuh 8%. Itu menghapus sekitar US$ 47 miliar (sekitar Rp. 620 triliun) dalam nilai pasar saham Apple. 

 

Penurunan ini terjadi karena penjualan iPhone turun 16% dibanding periode yang sama tahun lalu, atau hanya terjual 51,2 juta unit, dari penjualan tahun lalu sebanyak 61,2 juta unit. Sementara iPad terjual 10,3 juta unit, juga menurun 19 persen dari tahun lalu. 

 
Penjualan jatuh sangat keras di kawasan China, termasuk Hongkong dan Taiwan, yaitu sebesar 26%. Dimana penjualan di China daratan (pasar Apple terbesar kedua setelah Amerika Serikat) turun 11% seiring pelambatan ekonomi di negara tersebut.
 
Masa depan Apple di China juga kian suram karena kebijakan pemerintah China yang baru-baru ini menutup layanan Apple e-book dan layanan digital movie tanpa ada penjelasan. 
 
Tim Cook menyakan salah satu alasan turunya penjualan adalah pelemahan dolar yang membuat harga produk Apple jadi lebih mahal di berbagai negara. 
 
Selain itu, menurut Cook, turunnya penjualan karena siklus produk dua tahunan. iPhone 6 yang diluncurkan pada 2014 menciptakan penjualan membumbung pada kwartal pertama 2015 karena orang mengganti gadget mereka.
 
"Kalau anda melihat jumlah iPhone di tangan konsumen saat ini dibanding dua tahun lalu, itu terjadi penambahan sebesar 80%," ujar Cook.
 
Apple mengeluarkan iPhone SE berukuran 4 inci pada 31 Maret 2016, yang menurut Cook, mendapat permintaan tinggi dari pasar. Namun itu sama sekali tidak menolong penurunan pada pendapatan kwartal lalu.

Editor: Dani Hamdani  
Dani Hamdani
27-04-2016 10:27