Main Menu

Pululuhan Usaha Besar Tasikmalaya Jalin Kemitraan dengan KUMKM

Iwan Sutiawan
01-04-2017 21:31

Jakarta, GATRAnews - Sebanyak 38 usaha besar, terdiri dari 30 ritel modern dan 8 hotel berbintang di wilayah Tasikmalaya, Jawa Barat, melakukan temu mitra dengan Koperasi, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (KUMKM). Usaha ritel moderen itu, kata Agus Muharram, Sekretaris Kementrian Koperasi dan UKM, di antaranya Lotte Grosir, Asia Plaza, Yogya Departement Store, Alfaria, Indomarko, dan sebagainya.

Sedangkan delapan hotel berbintang, menurut Agus, dalam keterangan tertulis, di Jakarta, Sabtu (1/4), adalah Santika, Horison, Harmoni, Srikandi, Crown, Asri, Flamboyan, dan City.

"Pengembangan kemitraan itu merupakan penguatan usaha dalam rangka meningkatkan produktifitas dan daya saing KUMKM menghadapi persaingan yang semakin ketat, baik di pasar domestik maupun global," kata Agus, pada acara Forum Koordinasi dan Konsultasi Kemitraan dan Pendampingan KUMKM, di Tasikmalaya, Jumat (31/3).

Pemerintah telah mengembangkan berbagai pola kemitraan usaha, baik antarKUKM, antara usaha kecil dan menengah dengan usaha besar, yang saling menguntungkan, membutuhkan, dan memperkuat, sebagaimana tertuang dalam PP Nomor 17/2013.

"Bentuk kemitraan itu di antaranya pola dagang umum, pola sub kontrak, pola inti plasma, dan pola keagenan," imbuh Agus.

Di acara yang dihadiri 175 KUMKM Tasikmalaya itu, Deputi Bidang Restrukturisasi Usaha Kementrian Koperasi dan UKM, Yuana Sutyowati menambahkan, dalam kegiatan ini juga dilakukan penandatanganan komitmen dari pengusaha besar untuk bermitra dengan KUMKM, pemberian ISO 2008, dan SNI kepada tiga KUKM serta penyerahan sertifikat tanah bagi usaha mikro.

Yuana menyatakan, kehadiran para peritel modern dan hotel berbintang pada acara ini menunjukkan keberpihakan dan kepedulian Pemda dan stakeholder untuk memajukan KUMKM yang pada gilirannya dapat meningkatkan pendapatan masyarakat setempat.

"Kegiatan ini merupakan bukti keseriusan pemerintah dalam mendorong KUMKM semakin berkembang," tegas Yuana.

Menurut Yuana, kegiatan ini juga sebagai wujud implementasi sinergi yang sudah terjalin dengan Lotte Mart Wholesale dalam bentuk MoU. Pertama, Bazar UKM secara berkala di lokasi yang disiapkan Lotte Mart di beberapa Lotte di Indonesia.

"Setiap bazar akan memfasilitasi sekitar 30-50 UKM yang bergerak di sektor makanan, minuman, kerajinan, dan fesyen," ujar Yuana.

Kedua, Beranda UKM yang merupakan display pameran produk KUKM di gerai Lotte Mart Grosir. Untuk tahun 2017 direncanakan akan diadakan di empat lokasi Lotte Mart Wholesale.

"Ketiga, tenant atau pemasok produk dari KUKM sesuai dengan persyaratan dan ketentuan yang ditetapkan oleh Lotte Mart Wholesale secara periodik," kata Yuana.

Di samping itu, lanjut Yuana, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan wawasan dan pemahaman KUKM dalam menghadapi  persaingan yang semakin ketat. Juga mampu menangkap peluang pengembangan kemitraan dengan usaha (peritel) besar, serta pengembangan pasar domestik dan ekspor khususnya ke pasar ASEAN.

"Kegiatan tahun 2017 akan diarahkan sebagai pemantapan program yang difokuskan pada penguatan pasar dalam negeri dan pasar ekspor. Dengan program pendampingan diharapkan produk KUMKM di wilayah Tasikmalaya siap berkompetisi di era perdagangan bebas MEA," kata Yuana.

Dalam kesempatan yang sama, Sekda Pemkot Tasikmalaya Idi S Hidayat, mewakili Wali Kota Tasikmalaya, mengungkapkan bahwa kemitraan antara usaha mikro dan kecil dengan usaha besar di Tasikmalaya sudah dituangkan dalam bentuk Peraturan Daerah (Perda). Bahkan, pentingnya kemitraan itu sudah menjadi salah satu syarat pemberian perijinan usaha di Tasikmalaya.

"Kemitraan yang saling menguntungkan itu bertujuan untuk mengurangi ketimpangan usaha di Tasikmalaya," ujar Idi.

Sayangnya, ungkap Idi, masih sedikit produk KUMKM yang didisplay pasar ritel moderen. Makanya, Idi berharap pola kemitraan seperti itu harus terus ditingkatkan. Di antaranya, peritel besar harus memberikan kemudahan dalam hal sistem pembayaran, dengan cara beli putus jangan konsinyasi.

"Di sisi lain, pelaku usaha mikro dan kecil juga harus meningkatkan kualitas produk, kemasan, dan higienitasnya. Karena, pangsa pasar ritel moderen adalah kelas menengah ke atas," kata Idi.


Reporter: Iwan Sutiawan
Editor: Tian Arief

Iwan Sutiawan
01-04-2017 21:31