Main Menu

Kementrian ESDM: Distributor BBM Wajib Punya Cadangan 30 hari

Hendry Roris P. Sianturi
05-04-2017 19:27

Jakarta, GATRAnews – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) berencana mewajibkan badan usaha penyalur BBM untuk mencadangkan Bahan Bakar Minyak (BBM) selama 30 hari setiap tahun. Kewajiban tersebut nantinya akan diatur dalam Peraturan Menteri ESDM tentang Cadangan Operasional BBM.

 

“Kita sedang menyiapkan, siapapun yang memiliki izin mendistribusikan BBM, izin niaga BBM, harus menaruh cadangannya di dalam negeri secara bertahap. Ujunngnya nanti cadangan selama 30 hari,” kata Direktur Jenderal Migas Kementerian ESDM, I Gusti Nyoman Wiratmaja Puja di Kuningan (05/04).

 

Wirat mengatakan, Permen ESDM ini akan menguatkan cadangan operasional BBM nasional dan meningkatkan investasi di sektor hilir. “Kita inginkan investasi di sini. Makanya izin (distributor BBM) itu privilege,” katanya.

 

Menurut Wirat, selama ini pemerintah belum mengatur kewajiban cadangan operasional BBM. Banyak perusahaan distributor BBM masih menyimpan cadangan operasionalnya di luar negeri. “Mereka kita kasih izin, bisa menjual BBM di sini, mendistribusikan, juga harus ada obligasinya,” ujarnya.

 

Wirat mengatakan, belum semua distributor BBM memiliki cadangan karena ada beberapa badan usaha hanya berstatus sebagai pedagang BBM impor. “Jadi dia beli di kapal saja. Bilanglah konsumennya di titik A. Dia ngambil saja dari luar negeri, lalu kirim. Jadi nggak ada cadangannya sama sekali di dalam negeri,” ungkapnya.

 

Bagi distributor yang belum memiliki infrastruktur tangki penyimpanan, kata Wirat, bisa menyewa tangki perusahaan dari perusahaan manapun. “Kalau mereka bangun infrastruktur sendiri silahkan, mereka juga nyewa silahkan. Yang penting, BBM-nya ditaruk di dalam negeri. Boleh nyewa punya siapa saja,” katanya.

 

Wirat menilai, para distributor dapat membangun tangki selama dua tahun. Sehingga setelah dua tahun, penyimpanan cadangan operasional BBM selama 30 hari sudah bisa direalisasikan. “Kalau SPBU induknya Pertamina, Pertaminalah yang harus nyediain cadangan 30 hari. Kalau SPBU-nya, induknya Shell, Shell yang harus nyiapin cadangan 30 hari. Kan masing-masing SPBU punya induk,” ujarnya.

 

Wirat menegaskan bagi perusahaan pemilik izin distributor yang tidak menaati Permen ini nantinya, akan dikenakan sanksi. “Ada sanksinya kalau nggak simpan cadangan 30 hari. Mulai sanksi administrasi, tiga kali ditegur nggak juga nyimpan-nyimpan, dicabut saja (izin distributor),” katanya.

 

Wirat mengatakan, saat ini Rencana Permen tersebut sudah ada di meja Kementerian ESDM. Dalam waktu dekat, Permen tersebut akan ditandatangani Menteri ESDM Ignasius Jonan. Nantinya pemberlakuan cadangan operasional akan berlangsung bertahap tiap tahunnya hingga mencapai 30 hari pada tahun ketiga sejak Permen ditetapkan. “Bertahap dalam sekian tahun. Kan butuh infrastruktur,” pungkasnya.


Reporter: Hendry Roris Sianturi

Editor: Dani Hamdani

Hendry Roris P. Sianturi
05-04-2017 19:27