Main Menu

Indonesia Pasar Potensial Air Purifier

Birny Birdieni
17-11-2017 01:49

Kondisi Udara di Kota Jakarta. (GATRA/Erry Sudiyanto/FT02)

 

Jakarta, Gatra.com - Laporan Persistence Market Research menyebutkan, tingkat nilai pertumbuhan tahunan gabungan produk pengolahan udara diprediksi akan naik 11,2% dalam rentang waktu 2016-2024. Namun Asia Pasifik memiliki potensi perluasan paling tinggi dengan mencapai sebesar 17,2%. 

 

Dirilis dari Satprnews, riset mengenai “Global Market Study on Air Treatment Products” ini menyebutkan perkiraan penjualan produk pengolahan udara pada tahun 2016 mencapai US$ 35,6 milyar. Penjualan terbesar ada di kawasan Amerika Utara dengan nilai US$ 13,7 milyar. 

 

Potensi besar pada Asia Pasifik terutama ditopang dari permintaan pasar di Cina dan India. Termasuk juga Indonesia, dimana World Health Organization (WHO) 2016 menyebutkan kalau Jakarta masuk sepuluh kota dengan pencemaran air terburuk di Asia Tenggara.

 

Selama ini, pemain kunci produk ini adalah pemain besar seperti Samsung Electronics  Co, Ltd, LG Electronics Inc. dan Panasonic Corporation. Atau Sharp Corporation, Honeywell International Inc. dan lainnya. 

 

Salah satu pemain lain yang baru saja masuk ke Indonesia adalah Airvida, personal air purifier keluaran dari Cina. Pemurni udara yang masuk melalui PT Global Inti Jaringan ini siap bersaing dengan kompetitor lainnya. 

 

Managing director PT Global Inti Jaringan, Miri Hwang mengatakan, selain karena Indonesia masuk sebagai wilayah dengan polutan besar. Juga karena populasi megara ini sebagai salah satu terbesar. "Kami mau coba pasar," katanya di Jakarta, Kamis (16/11). 

 

Miri berharap penjualan Airvida di Indonesia bisa lebih baik dari Eropa yang mencapai 1.000 unit per minggu," katanya. Ia optimis akan itu, karena saat ini sudah terjual ratusan unit. 

 

Namun menurut Miri, strategi yang dilakukannya adalah dengan menyasar penjualan secara online. Diantaranya bekerja sama dengan e-commerce seperti Shoppe, Tokopedia dan Bhinekka. "Ini masuk karakter Indonesia sebagai negara kepulauan," ungkapnya.


Editor : Birny Birdieni 

Birny Birdieni
17-11-2017 01:49