Main Menu

Indef: Dorong Kemudahan Dagang Bagi Indonesia dan Eropa

Aulia Putri Pandamsari
29-11-2017 18:05

Bongkar muat peti kemas di pelabuhan. (GATRA/Adi Wijaya/FT02)

Jakarta, Gatra.com - Hasil studi Institute For Development of Economics and Finance (INDEF) menemukan dalam hubungan ekonomi Uni Eropa dengan Indonesia, antara Foreign Direct Investment dengan Ekspor dan Impor tidak dapat dilihat secara terpisah. Hasil tersebut menunjukkan bahwa peningkatan impor sebesar 1% dari Uni Eropa akan menyebabkan peningkatan FDI sebesar 2,43 persen di tahun depan. Dengan kenaikan 1 juta Euro, investasi langsung dana asing(FDI) dari Uni Eropa akan meningkatkan impor Indonesia sebesar USD 2,14 miliar pada tahun berikutnya. Begitu juga dengan tambahan 1% ekspor ke Uni Eropa akan meningkatkan FDI sebesar 1,98%.

"Outlook trade Indonesia dengan Uni Eropa di tahun-tahun terakhir masih surplus, tetapi gap antara ekspor dan impornya semakin kecil. Kita perlu mempercepat negosiasi dengan Uni Eropa untuk menghilangkan trade barrier supaya peluang Indonesia lebih besar dalam meningkatkan nilai perdagangan dengan Uni Eropa." ujar Rina Oktaviani, peneliti senior dari Indef, dalam acara EU-Indonesia Bussiness Dialogue ke-7,Selasa(28/11).

Hal yang dibutuhkan Indonesia, menurut Rina adalah lebih banyak prospek untuk investasi. " We need more investment. Impor Uni Eropa ke Indonesia create investment, Ekspor Indonesia ke Eropa juga create investment. Karena perusahaan Uni Eropa yang berada di Indonesia itu tidak seperti perusahaan Cina atau perusahaan lain yang bergerak di bidang consumption good melainkan kalau impor berupa capital good dan ekspor Indonesia mostly adalah intermediate good. Jadinya setengah-setengah, setengah untuk konsumsi Indonesia, setengahnya baru untuk ekspor." jelas Rina.

Solusi yang bisa ditawarkan, adalah mendorong Indonesia untuk melakukan negosiasi dengan Uni Eropa melalui Comprehensive Economic Partnership Agreement(CEPA)."Semakin ikut CEPA diharapkan Indonesia akan masuk ke dalam global value change Uni Eropa dan gap antara ekspor dan impornya semakin besar." tambah Rina.

Evaluasi Indef atas Indonesia juga menemukan bahwa stabilitas politik, besaran pasar, dan institusi pemerintah merupakan tiga hal yang mempengaruhi investasi Uni Eropa di Indonesia. "Untuk mendorong kemajuan potensi ekonomi Indonesia dengan Uni Eropa, kami merekomendasikan pelonggaran impor dari Uni Eropa karena hal itu akan berdampak pada investasi langsung dana asing dan ekspor kita," kata Rina.


Reporter: APP
Editor: Nur Hidayat

Aulia Putri Pandamsari
29-11-2017 18:05