Main Menu

Kemendag Sasar Ekspor Kopi dan Kelapa Sawit ke Mesir

didi
06-12-2017 14:54

Petani memanen kopi (Antara/Anis Efizudin/yus4)

 

Jakarta, Gatra.com - Kementerian Perdagangan melalui Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (Ditjen PEN) menyasar pasar ekspor nontradisional untuk produk unggulan kopi dan kelapa sawit. Salah satu ekspor adalah Mesir. Dipimpin Dirjen PEN Arlinda, misi dagang berlangsung pada 5-8 Desember 2017.

 

"Dengan misi dagang ini, Indonesia berupaya meningkatkan ekspor ke negara-negara non tradisional. Produk unggulan yang dibawa melalui misi dagang ini adalah kopi dan kelapa sawit. Selain itu, Indonesia juga bermaksud mengidentifikasi potensi dan hambatan perdagangan antara Indonesia dan Mesir serta mempererat hubungan dagang kedua negara," jelas Arlinda dalam keterangan tertulisnya, Rabu (6/12).

 

Ia menjelaskan, misi dagang kali ini memboyong 15 perusahaan Indonesia dari berbagai sektor, antara lain kelapa sawit, kopi, kakao, lada, kertas, dan jasa. Berdasarkan data BPS, ekspor kopi Indonesia ke Mesir pada tahun 2016 mencapai US$41,25 juta (Rp 558,5 miliar).

 

Kopi Indonesia merupakan produk terbesar yang dibeli buyer Mesir pada Trade Expo Indonesia 2017 dengan transaksi sebesar US$30 juta (Rp 406 miliar). Sedangkan, ekspor kelapa sawit ke Mesir pada tahun yang sama mencapai US$657,28 juta (Rp 8,9 triliun), sedangkan ekspor kelapa sawit Indonesia ke dunia mencapai US$18,1 milyar (245 triliun).

 

"Masih banyak peluang ekspor kopi dan kelapa sawit ke Mesir. Untuk itu, diharapkan melalui misi dagang ini, kita bisa meningkatkan ekspor kedua komoditas tersebut lebih besar lagi ke Mesir," kata Arlinda.

 

Total perdagangan Indonesia-Mesir pada tahun 2016 mencapai US$ 1,46 milyar dengan nilai ekspor Indonesia sebesar US$1,1 milyar dan impor US$352 juta. Dengan demikian Indonesia surplus US$758,3 juta. Sementara itu, total perdagangan kedua negara periode Januari-September 2017 tercatat mencapai US$1,12 juta atau surplus bagi Indonesia sebesar US$726,10 juta.

 

Sebelumnya Kemendag sukses meraup transaksi US$ 3,05 milyar (Rp 41,3 triliun) pada misi dagang ke Jepang yang dipimpin Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, akhir November lalu.


 

 

 

Reporter: Didi Kurniawan

didi
06-12-2017 14:54