Main Menu

Kabareskrim : Jangan Main-main Dengan Harga Barang Pokok!

Dara Purnama
11-12-2017 17:54

Pedagang sembako di pasar tradisional (GATRA/Agriala Ali/yus4)

 

Jakarta, Gatra.com- Menjelang Hari Raya Natal 2017 dan  Tahun Baru 2018, pemerintah terus mengawasi harga bahan pokok di pasaran. Salah satunya dengan  menerjunkan aparat kepolisian untuk memantau langsung fluktuasi harga sembako di pasar.

 


Hal itu dikemukakan Kabareskrim Mabes Polri, Komjen Ari Dono Sukmanto dalam rilis yang diterima Gatra.com. “Pemerintah melalui Satgas Pangan sebenarnya selalu bergerak (memantau). Mulai dari pengecekan harga barang pokok setiap hari dengan cara turun ke pasar hingga penindakan,” kata  Ari Dono Sukmanto, senin (8/11).



Ari mengatakan, turun ke pasar merupakan salah satu cara kerja dari Polri. Terutama untuk mengidentifikasi awal potensi kejahatan terhadap pangan, khususnya bahan pokok. “Selain itu kita juga telah memetakan jalur distribusi setiap bahan pokok di wilayah masing-masing. Tujuannya agar memahami cara mengatasi masalah apabila terjadi fluktuasi harga barang pokok,”katanya.



Meski demikian, Ari tidak menampik bahwa fluktuasi harga pernah terjadi.“Fluktuasi tentu saja terjadi. Tapi justru selalu berhasil diredam oleh pemerintah. Bahkan lonjakan prosentase fluktuasinya sangat tidak menggangu. Itu semua karena pemerintah menegaskan terlibatnya konsekuensi hukum bagi para pemain harga barang pokok,” tegas Ari.



Berdasarkan data Bareskrim  Polri, hingga tanggal 9 Desember 2017, Satgas Pangan Polri telah melakukan penegakan hukum sebanyak 351 kasus. Rinciannya, 155 kasus terkait dengan bahan pokok dan 196 kasus di luar bahan pokok. Hasilnya, selama 4 tahun terakhir, inflasi di Indonesia khususnya dampak dari penegakan hukum, berimplikasi positif.



Ari kembali menegaskan, bahwa dirinya telah memerintahkan kepada jajarannya untuk tidak sekadar menegakkan hukum saja.“Tugas Barekskrim, reserse, jangan dipersepsikan hanya dengan penegakan hukum saja. Tapi sekaligus juga mengidentifikasi lebih dalam terhadap potensi-potensi kejahatan. Ini merupakan bagian dari kegiatan reserse. Semua karena penegakan hukum itu justru mesti memastikan, jangan sampai ada pihak yang bermain, jangan main dengan harga bahan pokok,” tegas Ari.

 


 

Reporter: DPU

Editor: Hendri Firzani

Dara Purnama
11-12-2017 17:54