Main Menu

Ditjen PKTN Awasi Peredaran 582 Barang Selama 2017

Sandika Prihatnala
12-12-2017 16:52

Ilustrasi (Wikipedia/FT02)

Jakarta, Gatra.com - Menjelang Hari Besar Keagaman Nasional (HKBN), pengawasan barang yang beredar di masyarakat kembali diperketat untuk melindungi konsumen. Kementerian Perdagangan menegaskan penjual hanya penjual hanya boleh menjual barang dengan Standar Nasional Indonesia (SNI). 

Direktur Jendral Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga (PKTN) Kementerian Perdagangan Syahrul Mamma melakukan inspeksi mendadak (sidak) di ITC Cempaka Mas, Jakarta Pusat. Sidak tersebut untuk memastikan barang yang dijual ke konsumen telah ber-SNI. 

"Selain SNI, kami ingin memastikan kewajiban pencantuman lebel dalam Bahasa Indonesia, khususnya produk hasil pertanian, kimia dan aneka," kata Syahrul usai sidak di ITC Cempaka Mas, Jakarta Pusat, Selasa (12/12). 

Syahrul berharap jelang HBKN tidak ada lagi bingkisan (parsel) dengan berisi produk-produk kedaluwarsa yang tidak ber-SNI. Kementerian Perdagangan membantah membatasi penjualan parsel jelang Natal dan Tahun Baru 2018.

"Jangan ada lagi bingkisan yang berisi produk kedaluwarsa atau barang-barang tidak ber-SNI. Silahkan jual bingkisan, tetapi isinya barang-barang yang baik dan sesuai dengan aturan," sambung Syahrul. 

Selama periode 2017, sebanyak 582 produk yang beredar di masyarakat tanah air. Dari jumlah tersebut, 171 barang di antaranya tidak memenuhi ketentuan dan 58 barang lainnya melanggar ketentuan manual dan kartu garansi.


Reporter : Abdul Rozak

Editor : Sandika Prihatnala

Sandika Prihatnala
12-12-2017 16:52