Main Menu

Mendag Lepas 20 Ribu Ton Beras Medium

didi
09-01-2018 11:57

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita bersama Dirut Perum BULOG melakukan pelepasan Operasi Pasar (OP) beras di Gudang Perum BULOG Divre DKI Jakarta dan Banten, Jakarta (9/1). (Foto: Dok Kemendag/FT02)

Jakarta, Gatra.com - Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita melepas 20 ribu ton beras medium ke seluruh titik pasar secara nasional. Hal ini dilakukan merespon isu yang berkembang bahwa terjadi kelangkaan beras medium, terutama di wilayah DKI Jakarta.

 

Enggar mengakui akhir-akhir ini harga beras medium naik akibat gangguan pasokan. Padahal menurut Enggar, stok beras medium di Perum Bulog aman hingga enam bulan ke depan.

 

Dalam pelepasan pasokan beras di wilayah DKI Jakarta dan diikuti oleh sub devisi regional (Sub Divre) Perum Bulog, Enggar melepas 20.000 ton beras. Dia berharap dengan pasokan ini dapat menekan harga beras medium di tingkat eceran.

 

"Pemerintah terus berupaya menjaga ketersediaan pasokan beras di pasar-pasar sehingga harga tetap stabil dan meminimalisasi kenaikan harga di tingkat konsumen melalui operasi pasar (OP) beras. Pelepasan OP beras diawali di 10 pasar di wilayah DKI Jakarta dan diikuti secara serentak di seluruh wilayah Indonesia hingga akhir Maret 2018," kata Enggar dalam keterangan yang diterima Gatra.com, Selasa (9/1).

 

Ia mengatakan hal itu dalam pelepasan operasi pasar (OP) di Gudang Perum BuLog Divre DKI Jakarta dan Banten, Kelapa Gading, Jakarta Utara. Ia menuturkan, bahwa dari hasil pemantauan harga beras medium secara nasional memang di atas harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan dalam Permendag Nomor 57/M-DAG/PER/8/2017. Oleh sebab itu peran Bulog dapat menjadi katalisator dalam upaya menurunkan harga beras di tingkat pengecer. Untuk di Jawa harga beras eceran kelas medium dihargai sebesar Rp9.450 per kg.

 

"Seluruh beras disiapkan kalau memang dibutuhkan akan kita siapkan untuk digelontorkan, jadi tidak usah khawatir tidak usah dipertentangan itu karena ada in and out, kita tidak peduli ada beras komersial, kita akan lemparkan ke pasar (beras medium)," jelasnya.

 

Pihaknya berkomitmen untuk terus memasok beras ke pasar sesuai kebutuhan pasar sampai harga beras yang sempat mengalami kenaikan dapat turun kembali. Secara stok, cadangan di Bulog saat ini sebesar 1,2 juta ton dan akan terus bertambah di saat musim panen yang dalam waktu dekat akan tiba.

 

Ia mengatakan, salah satu pemicu kenaikan harga beras medium akibat keterbatasan pasokan karena faktor cuaca yang terkadang menghambat suplai ke titik-titik pemasaran. Untuk mempercepat penurunan harga dan menjamin pasokan lancar, Kemendag telah menurunkan Tim Pengawasan OP beras ke seluruh pasar-pasar di kabupaten/kota bersama Satgas Pangan dan Dinas Perdagangan setempat.

 

"OP ini menunjukkan bahwa negara hadir dalam menjaga stabilitas pasokan maupun harga barang kebutuhan pokok khususnya beras," tutur Mendag.


 

 

Reporter: Didi Kurniawan

Editor: Rosyid

didi
09-01-2018 11:57